Dosen Ubaya Koleksi Lebih dari 300 Piring Unik dari Lebih 30 Negara

Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (Ubaya), Dr. Liliana Inggrit Wijaya, hobi mengoleksi piring unik dari berbagai negara. Saat ini, ada sekitar lebih dari 300 piring yang ia kumpulkan…

September 30, 2023 - 10:00
Dosen Ubaya Koleksi Lebih dari 300 Piring Unik dari Lebih 30 Negara

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (Ubaya), Dr. Liliana Inggrit Wijaya, hobi mengoleksi piring unik dari berbagai negara. Saat ini, ada sekitar lebih dari 300 piring yang ia kumpulkan dari 30 negara berbeda.

Lili, sapaan akrabnya, mengaku telah memiliki hobi ini sejak dirinya SMA (Sekolah Menengah Atas). Menurutnya, mengoleksi piring unik membuatnya bersemangat untuk traveling ke negara-negara lain. “Setiap piring punya ceritanya masing-masing. Dengan mengoleksi piring tersebut, saya bisa merasakan kenangan yang indah ketika berkunjung ke sebuah negara,” ungkapnya.

Alasan inilah yang membuat Lili selalu mencari koleksi piring tiap kali traveling. Bahkan, ia bisa tahan untuk tidak beli apapun dan hanya membeli piring. “Saya bisa badmood kalau tidak menemukan koleksi piring baru. Kalau tidak ada, terpaksa saya cari bentuk koleksi lain seperti sendok dan garpu. Namun akhirnya tetap kembali cari piring,” imbuh Dosen Prodi Manajemen itu.

Lili tidak hanya mencari piring yang terkenal di suatu negara, tetapi juga mencarinya di kota-kota atau tempat wisata yang daerahnya lebih pelosok. Ketika ia berkunjung ke sana, ia pun membeli piring-piring dengan simbol atau ikon khas kota tersebut.

Salah satu piring yang paling berkesan adalah suvenir piring dengan bahan hasil perkebunan dari Makedonia. Ukurannya kecil, bahannya dari kayu putih, dan gambarnya dari lilin warna-warni. Selain itu, ada pula koleksi piring dari Brunei yang terbuat dari biting-biting kecil yang tersusun rapi. Ada pula piring dari bahan beras dari Pasar Saigon di Vietnam serta koleksi unik lainnya.

Saat ini koleksi piring tersebut ia simpan di lemari. Bila tidak cukup di lemari, terpaksa ia tumpuk dalam dos. Saat senggang, Lili sering melihat kembali piring-piring yang sudah ia tata. “Terkadang saya ubah susunan letaknya dan mengganti dengan koleksi yang baru karena ingin melihat semua piring dipajang,” ujarnya. Ia berharap, bisa menjelajah ke tempat lain yang belum dikunjungi untuk menambah koleksi piring uniknya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow