Dorong Pembelajaran Menyenangkan, Program 'OREO Berbagi Seru' Hadir di Pangandaran
Program yang menggandeng Indonesia Mengajar tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pendidikan karakter sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan bagi anak-anak.
PANGANDARAN - Ratusan siswa sekolah dasar di Kabupaten Pangandaran mendapat dukungan pembelajaran melalui program 'OREO Berbagi Seru' yang salah satunya digelar di SDN 1 Cintakarya, pada 3–6 Mei 2026.
Program yang menggandeng Indonesia Mengajar tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pendidikan karakter sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan bagi anak-anak.
Menemani keluarga Indonesia selama lebih dari 30 tahun, OREO secara konsisten berkomitmen untuk berkontribusi di bidang pendidikan sebagai salah satu bekal penting yang mendukung kemajuan bangsa.
Misi ini selaras dengan tujuan OREO yaitu menciptakan kebersamaan melalui momen-momen penuh keseruan, termasuk dalam hal belajar.
Anggya Kumala, Marketing Director Mondelēz Indonesia mengatakan, komitmen ini antara lain terwujud melalui penyelenggaraan program 'OREO Berbagi' sejak 2024.
Kegiatan ini berupa rangkaian inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan komunitas, khususnya orang tua, guru dan anak, melalui kegiatan edukasi serta penyaluran donasi.
Mengangkat tema ‘OREO Berbagi Seru’, tahun ini OREO ingin mendukung fokus Kemendikdasmen RI dengan berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di Pangandaran.
"Agar para siswa bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan seru secara lebih merata, inklusif, dan memiliki kesempatan setara untuk berkembang menjadi generasi masa depan yang mencerminkan karakter anak siap menata masa depan," kata Anggya.
Kepala Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriyadi, mengatakan tantangan pendidikan di Pangandaran tidak hanya berkaitan dengan fasilitas, tetapi juga kesenjangan kualitas pembelajaran di berbagai wilayah.
Menurutnya, pendekatan pendidikan saat ini perlu memperkuat karakter siswa agar mampu berkembang ditengah berbagai keterbatasan.
"Pendidikan tidak cukup hanya fokus pada akademik, tetapi juga harus membentuk karakter siswa agar lebih adaptif dan siap menghadapi tantangan," ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran saat ini menjalankan Program Pendidikan Karakter Melesat yang mengacu pada filosofi Ki Hajar Dewantara, yakni membentuk peserta didik yang cerdas, sehat, dan berakhlak.
Program 'OREO Berbagi Seru' dinilai sejalan dengan konsep tersebut karena menghadirkan metode belajar sambil bermain yang mendorong siswa lebih aktif dan kreatif.
Dalam kegiatan itu, lebih dari 500 siswa SD di Pangandaran mendapat kesempatan mengikuti edukasi interaktif sekaligus menerima bantuan alat pembelajaran untuk bidang literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris.
Selain menyasar siswa, program ini juga memberikan pelatihan kepada guru, orang tua, dan komunitas pendidikan guna memperkuat ekosistem belajar anak.
Salah seorang guru SDN 1 Cintakarya, Elis Rahmawati, mengaku pendekatan pembelajaran yang menyenangkan membuat siswa lebih mudah memahami materi pelajaran.
"Anak-anak jadi lebih antusias belajar dan lebih percaya diri saat mengikuti kegiatan di kelas," ujar Elis.
Hal senada disampaikan perwakilan orang tua siswa, Yeyen, yang menilai suasana belajar di rumah juga bisa dibuat lebih menyenangkan melalui metode bermain sambil belajar.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan edukasi yang digelar di sejumlah daerah di Indonesia untuk mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak, termasuk di wilayah 3T dan daerah marginal. (*)
Apa Reaksi Anda?