Donald Trump Ditinggal Sekutu dan Pejabatnya

Trump disorot setelah sekutu menolak dukung serangan ke Iran. Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent mundur, kritik kebijakan perang.

Maret 18, 2026 - 11:00
Donald Trump Ditinggal Sekutu dan Pejabatnya

JAKARTA Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi tekanan politik dan diplomatik setelah sejumlah sekutu menolak terlibat dalam operasi militer terhadap Iran, termasuk pengamanan Selat Hormuz.

Situasi ini memicu reaksi keras dari Trump. Melalui platform Truth Social, ia mengkritik sekutu-sekutu Amerika Serikat, terutama negara anggota NATO, yang dinilai tidak memberikan dukungan nyata meski sepakat Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

“Saya pikir NATO membuat kesalahan besar,” ujar Trump saat menerima Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin di Gedung Putih.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan besar ke Iran sejak 28 Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Di tengah situasi tersebut, Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS, Joe Kent, memilih mundur dari jabatannya. Dalam pernyataan yang diunggah di platform X, Kent menilai perang terhadap Iran tidak memiliki dasar ancaman langsung bagi Amerika Serikat.

“Dengan hati nurani yang bersih, saya tidak bisa mendukung perang ini. Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kami,” tulis Kent.

Ia juga menyebut keputusan perang dipengaruhi tekanan dari Israel dan kepentingan politik domestik.

Pengunduran diri Kent menjadi yang pertama dari pejabat tinggi AS sejak konflik pecah. Sebelumnya, ia dikenal sebagai sekutu politik Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard.

Sementara itu, Trump juga mengancam akan meninjau kembali keanggotaan Amerika Serikat di NATO. Ia menilai aliansi tersebut tidak seimbang dan lebih banyak menguntungkan negara lain.

“AS menghabiskan ratusan miliar dolar untuk melindungi mereka, tetapi mereka tidak membantu saat dibutuhkan,” tulisnya.

Trump bahkan menyebut Amerika Serikat tidak lagi membutuhkan dukungan militer dari NATO maupun sekutu lain seperti Jepang, Australia, dan Korea Selatan.

Di sisi lain, konflik terus meluas di Iran. Pejabat senior keamanan Iran, Ali Larijani, dilaporkan tewas dalam serangan Israel. Ia sebelumnya berperan penting dalam strategi keamanan dan diplomasi Iran, serta disebut sebagai tokoh kunci pasca tewasnya Khamenei.

Kematian Larijani semakin memperdalam krisis kepemimpinan di Iran, di tengah tekanan militer yang terus meningkat dari Amerika Serikat dan sekutunya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow