Disebut jadi Dampak Redenominasi Rupiah, Dosen Ubaya Jelaskan Pengertian Money Illusion

Bank Indonesia (BI) menyatakan kesiapannya untuk melakukan redenominasi mata uang. Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya)

September 28, 2023 - 12:30
Disebut jadi Dampak Redenominasi Rupiah, Dosen Ubaya Jelaskan Pengertian Money Illusion

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Bank Indonesia (BI) menyatakan kesiapannya untuk melakukan redenominasi mata uang. Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya), Joshi Maharani Wibowo, M.E., menyebut hal ini dapat mengakibatkan terjadinya money illusion atau ilusi uang.

Joshi menjelaskan, redenominasi adalah pemangkasan angka nol di belakang mata uang rupiah tanpa mengurangi nilai riil mata uang tersebut. Misalnya, 1.000 rupiah menjadi 1 rupiah. Perbedaan seperti ini bisa menciptakan money illusion dikalangan masyarakat. Money illusion adalah keadaan dimana seseorang hanya melihat dari kesamaan nominal mata uang tanpa memperhitungkan daya beli yang berbeda dari nominal tersebut.   

“Sebagai contoh, seseorang punya uang 100 juta di bank. Ia merasa nominal tersebut jumlahnya besar. Bila hanya disimpan di bank, sampai bertahun-tahun nominal tersebut akan tetap sama jumlahnya. Namun, daya belinya tentu akan berbeda. Kalau sekarang 100 juta bisa DP tanah, belum tentu lima tahun lagi bisa,” jelasnya.

Di sisi lain, money illusion sebagai dampak dari redenominasi secara tidak langsung akan menciptakan dampak positif ekonomi. Dampaknya adalah meningkatkan aktivitas ekonomi dan memperkuat rupiah. Contohnya, saat ini satu ekor ayam seharga 45.000. Jika diredenominasi menjadi 45 rupiah, seseorang bisa mendapat satu setengah ekor. Hal ini dikarenakan adanya money illusion pada saat seseorang menetapkan jasa perawatan ayam atau jasa lainnya, sehingga harganya jadi lebih murah.

Walaupun begitu, Joshi menyebut, adanya dampak money illusion membuat redenominasi tidak bisa dilakukan secara serempak. “Di daerah yang masyarakatnya masih minim pemahaman soal keuangan, bisa jadi malah mengakibatkan peningkatan inflasi yang tak terkendali. Kepercayaan masyarakat terhadap mata uang rupiah berkurang, sehingga nilai rupiah terhadap internasional jadi melemah,” imbuh pengajar Ekonomi Moneter itu. Hal ini juga akan berdampak di kota besar dan menimbulkan deflasi atau jatuhnya harga barang dan jasa.

Melihat dari banyaknya kemungkinan yang terjadi, Joshi menerangkan butuh sekitar lima tahun bagi Indonesia untuk dapat melakukan redenominasi secara optimal. Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat perlu diedukasi soal keuangan agar siap apabila melihat adanya perbedaan nominal mata uang dan mengetahui daya beli dari nominal tersebut. “Sejatinya redenominasi ini adalah langkah yang sangat baik untuk meningkatkan kestabilan perekonomian di Indonesia. Negara kita bisa memiliki sistem perekonomian yang sama dengan negara-negara maju. Hanya saja masyarakat harus membekali diri dengan literasi finansial yang baik agar tujuan ini jadi tepat sasaran,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow