Direksi Baru Perumda Kahyangan Gelar Sertijab Sederhana, Dirut: Kami Ingin Jaga Perasaan Buruh

Jajaran direksi baru Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan Jember melaksanakan serah terima jabatan (sertijab), Senin (18/5/2026).

Mei 18, 2026 - 17:30
Direksi Baru Perumda Kahyangan Gelar Sertijab Sederhana, Dirut: Kami Ingin Jaga Perasaan Buruh

JEMBER - Jajaran direksi baru Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan Jember melaksanakan serah terima jabatan (sertijab), Senin (18/5/2026).

Sebelumnya, mereka dilantik Bupati Jember Muhammad Fawait pada Kamis (13/5/2026).

Acara sertijab tersebut berlangsung sederhana, tanpa banyak acara hiburan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Direktur Utama Perumda Kahyangan Gogot Cahyo Baskoro menjelaskan bahwa konsep sederhana ini merupakan bentuk empati nyata terhadap kondisi finansial para pekerja di lapangan.

"Saya memang meminta agar acara ini dibuat simpel saja. Cukup nasi kotak, tidak perlu prasmanan atau musik instan. Fokus kami adalah menghormati perasaan para buruh yang hidupnya saat ini masih jauh dari sejahtera," tutur Gogot dalam pidato sambutannya.

Selain Gogot, dua nama yang ikut menjalani sertijab yakni Dima Akhyar selaku Direktur Umum dan Keuangan, dan Nyoman Aribowo selaku Direktur Produksi dan Pemasaran.

Turut hadir dalam acara tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ratno C. Sembodo, mantan Plt Direktur Utama Danang Andri Asmara, serta seluruh staf kantor.

Di depan para karyawan, Gogot menyatakan enggan terlena dengan jabatan barunya.

Baginya, posisi ini adalah tanggung jawab besar untuk membawa Perumda Kahyangan keluar dari krisis menahun yang menjerat perusahaan.

Gogot mengaku memahami sengkarut masalah yang ada mulai dari manajemen yang kurang optimal, merosotnya produktivitas hingga minimnya sarana kerja.

Ia bahkan menyoroti ruang kerja direksi yang belum dilengkapi furnitur standar untuk menerima tamu.

Kendati demikian, demi tidak membebani kas perusahaan, para direksi baru berkomitment memakai dana pribadi untuk melengkapi fasilitas penunjang di awal masa kerja mereka.

Dalam kesempatan yang sama, Gogot juga mengapresiasi kinerja Danang Andri Asmara yang mampu menjaga stabilitas internal dan memberikan performa positif meski hanya menjabat sebagai Plt Direktur Utama selama kurang dari lima bulan.

Menanggapi perubahan ini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ratno C. Sembodo, menilai komposisi direksi kali ini sangat ideal untuk melakukan pembenahan total.

Ia memperingatkan agar manajemen baru tidak terjebak dalam ritme kerja yang monoton.

"Musuh terbesar perusahaan yang sedang sakit adalah zona nyaman dan rutinitas. Karenanya, manajemen baru harus berani menelurkan kebijakan yang visioner dan out of the box," tegas Ratno.

Ia memaparkan bahwa ketiga direktur memiliki keahlian yang saling melengkapi.

Sebelumnya, Gogot sempat mengkritik sistem manajemen Perumda Kahyangan yang dinilai kurang transparan, sehingga memicu krisis kepercayaan dari publik dan mitra bisnis.

Selain membenahi tata kelola, tantangan berat lainnya adalah mendongkrak produktivitas lahan.

Ke depan, Perumda Kahyangan tidak bisa lagi hanya bertumpu pada penjualan bahan mentah (green bean) kopi atau karet.

Langkah strategis yang akan diambil meliputi Hilirisasi Produk dan Optimalisasi Aset Wisata.

Mulai memproduksi dan memasarkan varietas kopi premium (specialty coffee), mengembangkan potensi agrowisata lokal seperti Wisata Boma, Rimba Camp di Gunung Pasang, Kampung Belgia di Sumberwadung, hingga membuka akses ke Air Terjun Tancak lewat kemitraan dengan Perhutani.

Menanggapi isu miring di masyarakat terkait wacana penutupan perusahaan, Gogot dengan tegas menepisnya.

"Kami berkomitmen penuh untuk menyelamatkan perusahaan daerah ini agar kembali sehat, mandiri, dan mampu mendongkrak taraf hidup seluruh karyawannya," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow