Diluncurkan Oktober, Trans Jatim Tambah Koridor dan Layanan Ekspedisi di Malang Raya

Trans Jatim bakal merambah bisnis logistik melalui layanan pengiriman barang Trans Jatim Ekspedisi (Tradisi).

Juli 6, 2026 - 14:20
Diluncurkan Oktober, Trans Jatim Tambah Koridor dan Layanan Ekspedisi di Malang Raya

MALANG - Transportasi publik di Malang Raya segera menghadirkan layanan baru. Selain melayani angkutan penumpang, Trans Jatim bakal merambah bisnis logistik melalui layanan pengiriman barang Trans Jatim Ekspedisi (Tradisi) yang memungkinkan paket diantar langsung hingga ke rumah penerima.

Layanan tersebut diproyeksikan mulai beroperasi bersamaan dengan peluncuran Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya pada Oktober 2026 mendatang. Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur tengah mematangkan berbagai persiapan, termasuk menggandeng mitra kurir untuk mendukung sistem distribusi barang.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jawa Timur, Cito Eko Yuli Saputro mengatakan, seluruh persiapan ditargetkan rampung sesuai jadwal sehingga layanan transportasi dan ekspedisi dapat diluncurkan secara bersamaan.

“Apabila tidak ada kendala, kami menargetkan Koridor 2 Trans Jatim dan layanan Tradisi selesai bersamaan serta siap beroperasi pada Oktober 2026,” ujar Cito, Senin (6/7/2026).

Berbeda dengan layanan Tradisi yang telah berjalan di kawasan Gerbangkertosusila, konsep yang diterapkan di Malang Raya akan lebih praktis. Jika sebelumnya masyarakat harus mengambil paket sendiri di terminal dengan sistem pool to pool, kini barang akan dikirim langsung ke alamat tujuan melalui skema point to point.

Menurut Cito, perubahan konsep tersebut merupakan hasil evaluasi dari operasional layanan sebelumnya. Dengan sistem baru, masyarakat tidak lagi direpotkan mengambil paket di terminal karena pengiriman akan dilanjutkan oleh kurir hingga ke rumah penerima.

Untuk mewujudkan layanan tersebut, Dishub Jatim masih menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan ojek daring dan PT Pos Indonesia sebagai calon mitra penyedia layanan kurir.

Selain mengutamakan kemudahan, Dishub juga menawarkan tarif pengiriman yang seragam dan kompetitif. Biaya pengiriman ditetapkan sebesar Rp2.500 per kilometer dan berlaku untuk seluruh wilayah Jawa Timur.

“Pengguna tidak harus naik Trans Jatim untuk menggunakan layanan ini. Masyarakat tetap bisa mengirimkan barang melalui Tradisi. Tarif yang kami terapkan bersifat sama untuk seluruh wilayah Jawa Timur,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menyebut bahwa pihaknya sampai saat ini masih menunggu kepastian hasil rapat Pemprov Jatim terkait penambahan koridor dan layanan eksepidi Trans Jatim.

Meski begitu, pada prinsipnya Pemkot Malang siap mengakomodir jika penambahan tersebut dipastikan berjalan nanti pada Oktober 2026.

“Prinsipnya kita ngikutin apa yang ee diharapkan ee yang disusun oleh provinsi, ya. Satu. Kedua, kalaupun ada dari paguyuban mengusulkan, kita sampaikan,” tandasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow