Di Balik TMMD 128 Probolinggo, Gotong Royong Angkut Material Jadi Kunci Percepatan

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo dan warga Desa Brabe bahu membahu angkut material manual demi percepatan pembangunan fisik di medan sulit.

Mei 3, 2026 - 19:30
Di Balik TMMD 128 Probolinggo, Gotong Royong Angkut Material Jadi Kunci Percepatan

PROBOLINGGO - Pembangunan desa sering kali dinilai dari hasil akhirnya: jalan mulus, tembok penahan tanah kokoh, atau fasilitas umum yang berdiri. Namun di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, proses di balik pembangunan justru menghadirkan cerita penting tentang kekuatan gotong royong.

Minggu (3/5/2026), pelaksanaan TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo kembali menunjukkan bahwa pembangunan fisik di wilayah pedesaan tidak hanya bergantung pada material, tetapi juga solidaritas manusia.

Puluhan personel Satgas bersama warga Desa Brabe bergotong royong mengangkut semen, pasir, dan batu split secara manual menuju titik pembangunan di Dusun Ledok dan Dusun Klagin. Medan sempit, tanjakan, dan keterbatasan akses kendaraan roda empat memaksa distribusi dilakukan dengan gerobak dorong serta pikulan.

Dalam banyak proyek pembangunan, distribusi logistik kerap menjadi tantangan teknis. Namun di Desa Brabe, persoalan tersebut dijawab melalui mobilisasi sosial: warga hadir sebagai bagian dari solusi.

Pratu Rio dari Satgas TMMD menegaskan bahwa keterlibatan warga menjadi faktor utama percepatan.

“Tanpa bantuan warga, pengangkutan material akan jauh lebih lama,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan TMMD bukan hanya soal kekuatan institusi, tetapi juga partisipasi masyarakat sebagai mitra aktif pembangunan.

Kegiatan pengangkutan material ini mendukung dua proyek penting sekaligus: pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Ledok dan pavingisasi jalan di Dusun Klagin. Keduanya merupakan infrastruktur dasar yang berpengaruh langsung pada keamanan dan mobilitas warga.

Pembagian tugas yang tertib antara Satgas dan masyarakat juga memperlihatkan pola kolaborasi efektif. TNI mengatur ritme distribusi, sementara warga memanfaatkan pengetahuan lokal untuk menentukan jalur tercepat.

Model seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan desa berbasis kolaborasi memiliki efisiensi tinggi, terutama di wilayah dengan keterbatasan geografis.

Lebih dari sekadar memindahkan material, kegiatan ini menjadi simbol kemanunggalan TNI dan rakyat yang menjadi ruh utama TMMD.

Di Desa Brabe, gotong royong bukan slogan seremonial. Ia hadir dalam peluh warga yang memikul semen, langkah Satgas yang menanjak membawa pasir, dan tekad bersama untuk memastikan pembangunan selesai tepat waktu.

TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo melalui semangat ini membuktikan bahwa ketika akses terbatas, kebersamaan bisa menjadi infrastruktur paling kuat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow