Di Balik Progres TMMD 128 Probolinggo, Sinergi TNI dan Warga Jadi Kunci Percepatan

Sinergi TNI, pemerintah desa, dan warga dorong percepatan TMMD Ke-128 di Desa Brabe. Proyek fisik dan sosial berjalan beriringan.

Mei 4, 2026 - 15:00
Di Balik Progres TMMD 128 Probolinggo, Sinergi TNI dan Warga Jadi Kunci Percepatan

PROBOLINGGO - Percepatan pembangunan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 di Desa Brabe, Kecamatan Maron, tidak hanya ditentukan oleh strategi teknis, tetapi juga kekuatan kolaborasi di lapangan.

Kunjungan Dansatgas TMMD Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono pada Senin (4/5/2026) memperlihatkan bahwa keberhasilan program ini bertumpu pada sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.

Di tengah progres fisik yang terus bergerak—mulai dari pavingisasi jalan, rehabilitasi rumah warga, hingga pembangunan sanitasi dan jaringan air—terlihat pola kerja kolektif yang menjadi motor utama percepatan.

Danramil 0820/21 Maron Kapten Murianto dalam laporannya menyebutkan bahwa seluruh sasaran berjalan sesuai jadwal. Namun di balik angka-angka progres tersebut, terdapat kontribusi besar dari partisipasi warga.

Kepala Desa Brabe, Sunardi, menjadi salah satu figur kunci dalam menjaga ritme kolaborasi. Keterlibatannya langsung di lapangan mencerminkan model kepemimpinan partisipatif yang memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program.

“Ini kebanggaan bagi kami. TMMD membantu percepatan pembangunan desa yang selama ini sulit kami lakukan sendiri,” ujar Sunardi.

Pada sisi lain, Dansatgas menegaskan bahwa keberhasilan TMMD bukan hanya diukur dari rampungnya proyek fisik, tetapi juga dari kuatnya hubungan sosial yang terbangun selama proses berlangsung.

“Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci. Tanpa itu, pekerjaan tidak akan secepat ini,” tegas Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono.

Data progres menunjukkan pembangunan jalan paving telah mencapai 75 persen, RTLH hingga 80 persen di beberapa titik, serta sanitasi yang melampaui 50 persen. Angka-angka ini tidak berdiri sendiri, melainkan hasil kerja gotong royong yang intens setiap hari.

Menariknya, pendekatan TMMD juga menyentuh aspek non fisik seperti edukasi, komunikasi sosial, hingga pelayanan dasar masyarakat. Hal ini memperkuat dampak program tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada kapasitas sosial warga.

Dalam perspektif pembangunan desa, TMMD di Brabe memperlihatkan bahwa keberlanjutan tidak hanya bergantung pada hasil fisik, tetapi juga pada relasi sosial yang terbentuk selama proses pembangunan.

Dengan waktu yang tersisa hingga 21 Mei, tantangan terbesar bukan sekadar menyelesaikan proyek, tetapi menjaga konsistensi kolaborasi. Sebab, dari situlah fondasi pembangunan jangka panjang desa dibentuk. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow