Desa di Kota Batu Ini Punya Logo Elang Jawa, Ikut Jaga Satwa Langka dari Ancaman Punah

Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu menjadikan burung Elang Jawa sebagai maskot resmi desa, sekaligus simbol komitmen menjaga satwa langka yang kini terancam punah.

April 29, 2026 - 16:32
Desa di Kota Batu Ini Punya Logo Elang Jawa, Ikut Jaga Satwa Langka dari Ancaman Punah

BATU - Sebuah langkah unik dilakukan Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Desa yang berada di kawasan lereng pegunungan itu menjadikan burung Elang Jawa sebagai maskot resmi desa, sekaligus simbol komitmen menjaga satwa langka yang kini terancam punah.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil monitoring ProFauna Indonesia pada Januari 2022, di kawasan hutan Gunung Pucung, Desa Bulukerto, ditemukan tiga ekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang hidup liar di habitat alaminya.

Seiring berjalannya waktu, populasi burung endemik Pulau Jawa tersebut disebut bertambah menjadi lima ekor.

Informasi itu diperoleh dari para petani setempat yang kerap melihat Elang Jawa terbang mengitari kawasan hutan Gunung Pucung.

Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, mengatakan keberadaan Elang Jawa menjadi kebanggaan tersendiri bagi warganya. Satwa tersebut memiliki ciri khas tubuh berbulu cokelat berpadu hitam, serta jambul menjulang di bagian kepala.

"Keberadaan Elang Jawa di kawasan desa kami menjadi kekayaan alam yang harus dijaga bersama. Karena itu, burung ini kami jadikan maskot Desa Bulukerto," ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, penetapan Elang Jawa sebagai logo desa telah melalui pembahasan bersama sejumlah unsur masyarakat, mulai dari pemerhati lingkungan, tokoh masyarakat, sesepuh desa hingga warga.

"Meskipun satwa ini jarang terlihat di area pertanian warga, semua pihak sepakat Elang Jawa layak menjadi simbol desa karena memiliki nilai konservasi tinggi," katanya.

Dia menilai kondisi ekologis hutan Gunung Pucung saat ini masih cukup ideal sebagai habitat Elang Jawa untuk berkembang biak. Namun ancaman tetap ada, terutama akibat alih fungsi lahan di kawasan hutan produksi, hutan sosial, maupun Tahura. Karena itu, ia mendorong langkah reboisasi dilakukan secara serius agar keseimbangan alam tetap terjaga.

"Status hutan apa pun perlu dilakukan penghijauan maksimal. Jika pohon-pohon tetap terjaga, sumber mata air akan kuat dan satwa liar seperti Elang Jawa bisa terus hidup berkembang biak," urainya.

Perlu diketahui, Elang Jawa sendiri dikenal sebagai salah satu burung pemangsa paling langka di Indonesia dan sering disebut mirip lambang negara Garuda Pancasila. 

Keberadaannya kini semakin terbatas, sehingga upaya pelestarian berbasis desa seperti di Bulukerto dinilai menjadi contoh penting konservasi dari tingkat lokal. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow