Camping REKAT 2026 Bekali Remaja Katolik Bijak Bermedia Sosial dan Teguh dalam Iman

Sebanyak 80 Remaja Katolik Paroki SVAP Langsep mengikuti Camping REKAT 2026 bertema Faith, Youth, Purpose di Kota Batu untuk memperkuat iman, belajar etika bermedia sosial, serta membangun karakter da

Juni 29, 2026 - 13:59
Camping REKAT 2026 Bekali Remaja Katolik Bijak Bermedia Sosial dan Teguh dalam Iman

MALANG - Sebanyak 80 Remaja Katolik (REKAT) Paroki Santo Vincentius a Paulo (SVAP) Langsep, Malang, mengikuti Camping REKAT 2026 bertema Faith, Youth, Purpose (FYP) di Bumi Perkemahan Buana Bina Bhakti, Kota Batu, pada 26–28 Juni 2026.

Kegiatan yang diikuti peserta mulai siswa kelas IV SD yang telah menerima Komuni Pertama hingga lulusan kelas IX SMP ini menjadi wadah pembinaan iman sekaligus pembentukan karakter generasi muda Katolik. Selama tiga hari, para peserta dibekali agar tetap teguh dalam iman, mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ketua Bidang Pewartaan Paroki SVAP Langsep, Beni Purbanto, menjelaskan bahwa tema Faith, Youth, Purpose (FYP) dipilih karena dekat dengan kehidupan remaja masa kini. Istilah FYP (For You Page) yang identik dengan media sosial dimaknai ulang sebagai ajakan agar remaja tidak hanyut dalam arus digital, melainkan memanfaatkannya sebagai sarana untuk bertumbuh dalam iman dan mengembangkan potensi diri.

"Harapannya, meskipun hidup di tengah dunia remaja yang penuh dengan kebisingan digital, mereka tetap memiliki iman yang kuat, mampu menggunakan media sosial secara bijaksana, dan memiliki tujuan hidup yang jelas untuk meraih cita-cita yang tinggi," ujarnya.

Bagian dari Persiapan 100 Tahun Keuskupan Malang

Sebelum berangkat menuju lokasi perkemahan, seluruh peserta mengikuti doa dan pemberkatan yang dipimpin Romo Paroki, Romo Petrus Maria Handoko, CM, di Gereja Santo Vincentius a Paulo Malang.

Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan doa bersama, pembagian kelompok, serta berbagai aktivitas kebersamaan yang dipandu fasilitator dari Orang Muda Katolik (OMK).

Dalam sambutannya, Romo Gendhis, Pr menyampaikan bahwa Camping REKAT 2026 merupakan bagian dari gerakan Keuskupan Malang dalam menyambut 100 tahun berdirinya Keuskupan Malang, sekaligus implementasi program pendampingan remaja.

Menurutnya, masa remaja merupakan fase penting yang penuh tantangan sekaligus peluang. Karena itu, Gereja perlu hadir memberikan pendampingan agar generasi muda mampu tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan zaman.

"Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi para remaja agar masa liburan tidak hanya diisi dengan kegiatan yang bersifat hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin mengenal Tuhan, membangun karakter, dan memperkuat persaudaraan," katanya.

Belajar Kepemimpinan, Disiplin, dan Hidup Bersama

Beni Purbanto menegaskan Camping REKAT bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi juga sarana membangun karakter melalui pengalaman hidup bersama. Selama kegiatan, para peserta dilatih untuk mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, serta saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

"Anak-anak belajar hidup bersama, saling menghargai, menaati aturan, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan sebagai bekal menjadi generasi penerus Gereja yang berkualitas," jelasnya.

Selama perkemahan, peserta memperoleh pembekalan dari tiga narasumber yang mengangkat tema sesuai konsep Faith, Youth, Purpose.

Materi pertama disampaikan Suster Nathania, SPM, yang mengajak peserta tetap mampu mendengarkan suara Tuhan di tengah derasnya arus informasi dan distraksi dunia digital. Ia menekankan bahwa teknologi semestinya dimanfaatkan untuk memperkuat relasi dengan Tuhan, bukan justru menjauhkan manusia dari kehidupan rohani.

Materi kedua dibawakan Sad Adhi Wijayanto mengenai etika bermedia sosial. Dalam sesi ini peserta dikenalkan pada prinsip THINK sebagai pedoman sebelum mengunggah konten, yaitu: True (Benar), Helpful (Bermanfaat), Inspiring (Menginspirasi), Necessary (Perlu) dan Kind (Baik).

Melalui prinsip tersebut, para remaja diajak lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial agar setiap unggahan membawa dampak positif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sementara itu, Romo Gendhis, Pr menyampaikan materi mengenai pentingnya memiliki tujuan hidup. Dengan ilustrasi sebatang pohon, ia menjelaskan bahwa setiap remaja harus memiliki akar iman yang kuat, terus bertumbuh melalui berbagai proses kehidupan, dan pada akhirnya menghasilkan buah yang berguna bagi sesama.

Camping REKAT 2026 ditutup pada Minggu (28/6/2026) melalui Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 10.30 WIB.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan kembali ke keluarga, sekolah, dan lingkungan masing-masing sebagai remaja Katolik yang semakin dewasa dalam iman, bijak memanfaatkan teknologi digital, memiliki karakter yang kuat, serta mampu menata masa depan dengan tujuan hidup yang jelas. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow