Bupati Jombang Warsubi Ajak Maknai Idul Adha dengan Empati dan Pengorbanan

Bupati Warsubi mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperdalam makna pengorbanan, bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga pengendalian diri dan kepedulian sosial.

Mei 28, 2026 - 07:31
Bupati Jombang Warsubi Ajak Maknai Idul Adha dengan Empati dan Pengorbanan

JOMBANG - Ribuan masyarakat memadati Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang untuk melaksanakan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026) pagi. Suasana khidmat terasa sejak pagi saat jamaah bersama-sama menunaikan ibadah Hari Raya Kurban yang juga dihadiri langsung oleh Bupati Jombang Warsubi.

Turut hadir mendampingi, Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid, jajaran Forkopimda Jombang, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, para kepala OPD, Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, istri Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperdalam makna pengorbanan, bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga pengendalian diri dan kepedulian sosial.

Menurutnya, tantangan terbesar manusia sering kali justru berasal dari dalam diri sendiri, seperti egoisme, keinginan untuk selalu menang, hingga merasa paling benar.

“Sering kali yang paling berat untuk dikorbankan bukanlah harta benda, melainkan sifat-sifat dalam diri kita sendiri. Rasa egois, keinginan selalu menang sendiri, hingga kurangnya kepedulian kepada sesama juga harus kita tundukkan,” ujar Warsubi di hadapan jamaah.

Bupati yang akrab disapa Abah Bupati itu menegaskan, Idul Adha seharusnya menjadi pengingat penting agar masyarakat semakin memperluas empati dan semangat berbagi kepada sesama.

“Idul Adha mengajak kita memperhalus hati, memperluas empati, dan memperkuat kesadaran bahwa hidup akan menjadi lebih indah ketika diisi dengan kerelaan memberi dan ketulusan berbagi,” tambahnya.

Momentum Idul Adha di Masjid Agung Baitul Mukminin kali ini juga disiarkan langsung melalui Radio Suara Jombang 104.1 FM. Dalam kesempatan itu, Warsubi turut mengajak masyarakat mendoakan seluruh jamaah haji Indonesia agar diberikan kelancaran dan keselamatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kekuatan, keselamatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tuturnya.

Sementara itu, khotbah Idul Adha disampaikan Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A. Dalam khutbahnya, ia menyoroti tantangan besar generasi modern di era digital, terutama bagi Generasi Z dan Alpha yang dinilai rentan kehilangan jati diri akibat derasnya arus teknologi dan media sosial.

“Di era ketika setiap orang bisa menjadi apa saja, banyak yang akhirnya kehilangan dirinya sendiri. Kebebasan tanpa nilai justru melahirkan keterasingan dan kecemasan,” ungkap Prof. Ahmad Barizi.

Ia menjelaskan, keteladanan Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS menjadi pelajaran penting untuk menghadapi “berhala modern” seperti popularitas digital, materialisme, dan budaya pencitraan.

Menurutnya, ibadah kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, tetapi simbol ketulusan cinta, pengorbanan, dan kepemimpinan dalam kehidupan.

Usai pelaksanaan Sholat Idul Adha, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban dari Bupati dan Wakil Bupati Jombang kepada Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin untuk didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Setelah agenda di Masjid Agung selesai, Bupati Warsubi melanjutkan kegiatan menuju Masjid Jami’ Denanyar Jombang untuk menyerahkan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat. (adv)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow