Bupati Bondowoso Sebut Tuntutan Massa Aksi Sejalan dengan Keinginan Pemerintah
Puluhan mahasiswa di Kabupaten Bondowoso menggelar aksi unjuk rasa terkait kebijakan pembangunan daerah.
BONDOWOSO Puluhan mahasiswa di Kabupaten Bondowoso menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung pemerintah daerah setempat, Kamis (5/3/2026).
Aksi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebijakan pembangunan daerah.
Dalam aksi tersebut, sekitar 30 mahasiswa yang mengenakan atribut serba hitam membawa sejumlah poster dan spanduk berisi tuntutan kepada pemerintah daerah.
Mereka menyoroti beberapa hal penting, mulai dari pengelolaan anggaran daerah hingga persoalan pembangunan infrastruktur.
Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah permintaan agar pemerintah daerah secara bertahap menurunkan porsi belanja pegawai. Mereka berharap anggaran tersebut dialihkan untuk memperkuat sektor pembangunan.
Mahasiswa menilai, anggaran yang lebih besar perlu diarahkan pada perbaikan jalan, pembangunan irigasi, serta program yang mampu mendorong penguatan ekonomi masyarakat. Mereka berharap pemerintah bisa membangun jalan 100 kilometer per tahun.
Selain itu, para mahasiswa juga mendesak agar pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dilakukan secara lebih transparan dan terbuka kepada publik.
Mereka berharap masyarakat dapat mengetahui secara jelas penggunaan anggaran daerah sehingga pengawasan publik terhadap pemerintah semakin kuat.
Aksi tersebut juga menyinggung persoalan konflik sosial yang terjadi di wilayah Kecamatan Ijen. Mahasiswa meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara adil dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, mereka juga mendorong pemerintah daerah menyediakan sistem pengaduan masyarakat yang lebih cepat dan responsif agar berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Meski menyampaikan kritik, aksi berlangsung tertib dan kondusif. Aparat kepolisian, TNI, serta unsur pengamanan lainnya turut berjaga untuk memastikan kegiatan berjalan aman.
Perwakilan mahasiswa kemudian diterima langsung oleh Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid bersama pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi secara langsung.
Bupati Hamid menyampaikan, berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa pada dasarnya sejalan dengan perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, persoalan pembangunan, khususnya infrastruktur, memang menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah karena merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak memiliki alasan untuk menunda pembangunan apabila kemampuan anggaran memungkinkan. Terlebih, perbaikan jalan dan sarana penunjang lainnya merupakan harapan besar masyarakat di berbagai wilayah Bondowoso,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama DPRD telah berupaya memperkuat pembangunan infrastruktur melalui berbagai skema, termasuk melalui pokok-pokok pikiran DPRD yang banyak diarahkan untuk mendukung pembangunan jalan.
“Pada dasarnya cara pandang kita sama. Aspirasi ini juga menjadi perhatian pemerintah. Tinggal bagaimana kita mengawal dan mewujudkannya bersama,” ujarnya. (*)
Apa Reaksi Anda?