Bupati Banjarnegara Sampaikan Keadaan Kritis Waduk Mrica ke Gubernur Jateng
Melihat urgennya masalah sedimentasi Waduk Mrica, Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana menyampaikan keadaan ini kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
BANJARNEGARA - Sedimentasi di Bendungan Panglima Besar Jenderal Sudirman atau Waduk Mrica, Kabupaten Banjarnegara semakin kritis. Kapasitas tampung air yang tersisa kini hanya berkisar antara 10 hingga 12,5 persen.
Hal ini tentu menimbulkan ancaman dan kekhawatiran terjadi jebol manakala tanggul gagal menahan beban akibat luapan air dan tekanan material lumpur yang masif.
Melihat urgennya masalah sedimentasi Waduk Mrica, Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana menyampaikan keadaan ini kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Curhat itu dia sampaikan dalam forum diskusi Rembug Pembagunan Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendapa Dipayuda Adigraha, Senin (18/5/2026).
Bupati dr Amalia Desiana dalam paparannya juga menegaskan bahwa kondisi sedimentasi di Waduk Mrica saat ini sudah mencapai 93 persen. “Waduk Mrica butuh penanganan segera dari hulu sampai hilir,” tegasnya.
Penegasan Bupati Banjarnegara diperkuat oleh Bupati Wonosobo dr H Afif Nurhidayat. Dia mengingatkan pentingnya penanganan DAS Serayu khususnya sedimentasi Waduk Mrica.
Terkait penguatan sektor pariwisata berkelanjutan yang dianjurkan Gubernur Jateng, Afif menyampaikan perlunya penguatan kawasan wisata dataran tinggi terpadu yang terhubung dengan Banjarnegara, khususnya untuk meningkatkan daya tarik wisata Dieng sebagai destinasi internasional.
Sementara itu, Bupati Banyumas Drs H Sadewo Tri Lastiono MM mengusulkan penguatan kerja sama lintas daerah untuk pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, dan industri kreatif agar kawasan Banyumas Raya semakin kompetitif.
“Kami mengusulkan Trans Jateng bisa terkoneksi sampai wonosobo,“ kata Sadewo.
Ia menambahkan jika pada tahun 2021 pernah ada rencana reaktivasi Kereta Api dari Purwokerto-Wonosobo namun, mandeg karena pandemi Covid-19. (*)
Apa Reaksi Anda?