Buka Peluang Usaha Baru, Pemkab Madiun Dorong Hilirisasi Produk Olahan Melon

Pemkab Madiun mendorong hilirisasi olahan melon lewat bimtek agar petani mendapat nilai tambah, peluang usaha baru, dan tak lagi bergantung pada penjualan buah segar.

April 22, 2026 - 08:30
Buka Peluang Usaha Baru, Pemkab Madiun Dorong Hilirisasi Produk Olahan Melon

MADIUN - Pemkab Madiun mendorong hilirisasi produk olahan hasil pertanian. Tujuannya untuk meningkatkan nilai tambah dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Salah satunya adalah melon. Produk olahan berbahan melon diperkenalkan kepada masyarakat melalui bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun.

‎Tidak hanya diperkenalkan, peserta bimtek juga dilatih membuat berbagai produk olahan melon. Mulai dari sari melon, keripik, manisan, permen, dodol, biskuit hingga mie instant. "Ini bagian upaya kita untuk meningkatkan nilai tambah melon. Harapannya, masyarakat bisa tetap produktif dengan mengolah produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto usai membuka bimtek hilirisasi produk olahan melon di Balai Desa Krandegan, Kecamatan Kebonsari, Selasa (21/4/2026).

Bupati dan Wabup Madiun melihat langsung produk olahan berbahan melon - 2Wabup Madiun dr Purnomo Hadi menyampaikan materi saat bimtek hilirisasi produk olahan melon. (Foto: Yupi Apridayani/TIMESIndonesia)

‎Hilirisasi juga bertujuan agar masyarakat khususnya petani tidak lagi bergantung pada penjualan melon segar. Apalagi saat panen berlimpah harga melon cenderung anjlok. Dengan diolah menjadi produk turunan, maka nilai jualnya bisa lebih tinggi.

"Harga melon segar Rp 11 ribu jika diolah bisa menjadi Rp 15 ribu. Ini luar biasa. Kalau dikelola dengan baik bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Hari Wur sapaan akrab  Bupati Madiun.

‎Diakui produksi melon di wilayah Kabupaten Madiun belum signifikan. Namun hilirisasi diharapkan bisa memunculkan minat petani bertanam melon. Sehingga pasokan bahan baku tidak bergantung dari luar daerah. "Memang sesuatu itu butuh bukti. Kalau sudah tahu nilai jualnya tinggi, petani akan tertarik bertanam melon," tegas Hari Wur.

Bupati dan Wabup Madiun melihat langsung produk olahan berbahan melon - 1Peserta bimtek mengikuti pelatihan produk olahan melon. (Foto: Yupi Apridayani/TIMESIndonesia)

‎Untuk pemasaran produk olahan melon, lanjutnya, Pemkab Madiun akan menjaring mitra yang siap menampung hasil produksi masyarakat. Serta didukung promosi dan penjualan menggunakan platform digital. "Pemkab Madiun akan memfasilitasi apa yang dibutuhkan. Apakah modal, peralatan maupun pemasaran," ujar Hari Wur.

‎Bimtek hilirisasi produk olahan melon digelar selama tiga hari. Materi pelatihan disampaikan oleh Sri Wahyuni Direktur CV Lembah Hijau Lamongan produsen berbagai jenis makanan olahan. Dia juga tercatat sebagai ‎Ketua Akselerasi Produsen Makanan dan Minuman Jawa Timur (APMMJ).

‎Di sesi awal bimtek, Wakil Bupati Madiun (Wabup.Msdiun) dr Purnomo Hadi juga menyampaikan materi. Wabup Madiun membeberkan tentang manfaat hilirisasi dan industrialisasi. Dia juga menegaskan peran dan komitmen Pemkab Madiun agar masyarakat merasakan manfaat tersebut. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow