Bertugas di Tanah Suci, Dokter Ini Menemukan Makna Haji Rasakan Kemudahan dan Perjalanan Spiritual

dr. Yelvi Novita Roza, dokter kloter asal Padang, menceritakan pengalaman spiritualnya melayani jemaah haji di Tanah Suci: lelah tak terasa, pertolongan Allah datang tepat waktu, dan persaudaraan kian

Juni 12, 2026 - 22:31
Bertugas di Tanah Suci, Dokter Ini Menemukan Makna Haji  Rasakan Kemudahan dan Perjalanan Spiritual

PADANG - Bagi banyak orang, bertugas melayani jemaah haji di Arab Saudi adalah pekerjaan yang menguras tenaga. Jadwal padat, cuaca panas, serta tanggung jawab besar terhadap keselamatan ratusan orang menjadi tantangan tersendiri.

Namun, pengalaman tersebut dirasakan berbeda oleh dr. Yelvi Novita Roza, dokter kloter yang baru saja kembali ke Tanah Air. Baginya, Tanah Suci adalah tempat yang penuh keajaiban, di mana pertolongan Allah terasa begitu nyata.

“Arab Saudi itu tempat yang ajaib. Tidak terasa lelah meski aktivitas begitu padat. Semua pertolongan terasa datang tepat pada waktunya,” ungkapnya dengan senyum saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Padang pada Kamis (12/6/2026).

Bagi Yelvi, tugas ini bukan sekadar pekerjaan profesional. Ia merasakannya sebagai perjalanan spiritual yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.

Menurutnya, ibadah haji adalah miniatur kehidupan nyata segala peristiwa yang dialami di sana menjadi cermin bagi cara manusia menjalani keseharian.

“Di sana kita belajar kesabaran, keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan. Apa yang kita lakukan di Tanah Suci sebenarnya menggambarkan bagaimana kita seharusnya hidup di tengah masyarakat,” jelasnya.

Selama bertugas, Yelvi menyaksikan banyak hal yang sulit dijelaskan hanya dengan logika. Di tengah kesibukan menangani berbagai kondisi kesehatan jemaah, ia justru merasakan kekuatan yang terus mengalir.

Hari-hari yang panjang dan waktu istirahat yang terbatas tidak terasa sebagai beban, melainkan disertai jalan keluar yang datang tanpa diduga.

“Banyak pertolongan yang kami rasakan, juga banyak saudara baru yang kami temukan. Di sana sekat-sekat perbedaan seolah hilangsemua memiliki tujuan yang sama dan saling tolong-menolong. Rasa persaudaraan tumbuh begitu kuat,” kenangnya.

Sebagai tenaga kesehatan, Yelvi juga mengapresiasi sistem pelayanan haji Indonesia yang bekerja tanpa mengenal waktu. Ia melihat dedikasi tinggi dari seluruh tim medis yang selalu siaga demi memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman.

“Kami berusaha melayani sepenuh hati. Ketika ada jemaah sakit, seluruh tim bergerak cepat. Alhamdulillah, banyak yang kondisinya membaik setelah mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Di balik tugasnya, Yelvi juga mengalami momen-momen istimewa yang tak terlupakan. Ia mendapatkan kemudahan yang menurutnya di luar dugaan: sempat masuk ke Raudhah tanpa antrean panjang, serta dapat mendekat dan menyentuh Ka’bah dengan lancar.

“Rasanya seperti mendapat undangan khusus dari Allah. Semua terjadi begitu saja dan meninggalkan rasa syukur yang mendalam,” katanya.

Kini setelah kembali ke tanah air, Yelvi merasa membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman bertugas. Ada pelajaran tentang ketulusan, pengabdian, dan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi siapa yang berusaha membantu sesama dengan ikhlas.

“Yang paling berharga bukan hanya kesempatan bertugas, tapi pelajaran hidup yang saya dapatkan. Saya belajar bahwa ketika kita ikhlas melayani orang lain, Allah akan membukakan jalan kemudahan yang tak pernah kita duga sebelumnya,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow