Bareng Komunitas Embong Apik, Pesan Religi Diterima Puluhan Pengamen dan Anak Jalanan

Komunitas Embong Apik gelar kegiatan 'Memeluk Jalanan dengan Iman' di Masjid Nurul Hidayah Kepanjen. Puluhan pengamen dan punk diajak mengaji, buka bersama, dan terima santunan.

Maret 7, 2026 - 21:00
Bareng Komunitas Embong Apik, Pesan Religi Diterima Puluhan Pengamen dan Anak Jalanan

MALANG Kegiatan bertajuk 'Memeluk Jalanan dengan Iman' diikuti puluhan pengamen dan pemuda punk di Kepanjen Kabupaten Malang, Sabtu (7/3/2026) sore. Banyak pesan religi diterima beberapa saat selama acara ini.

Kegiatan ini diinisiasi Komunitas Embong Apik, yang didukung Lembaga Dakwah Komunitas dan Lazismu Kabupaten Malang. Dalam kegiatan ini diisi dengan mengaji, ngopi dan buka bersama.

Meski temannya identik dengan jalanan, kegiatan ini tetap dilangsungkan di dalam Masjid Nurul Hidayah Kepanjen. Puluhan pemuda yang biasanya banyak di trotoar jalan, juga pasar-pasar, saat itu meluangkan untuk bersila di dalam masjid, dalam suasana Islami.

Masjid-Nurul-Hidayah-Kepanjen-a.jpg

Kajian disampaikan penceramah muda, Ustadz Erik Budianto. Ia menyampaikan pesan-pesan keimanan dan ketakwaan dengan luwes, mengajak dan mengingatkan semua yang hadir memaknai hakikat sebagai makhluk.

"Allah SWT sudah mencukupi setiap makhluknya dengan rezeki, mau orang alim atau tidak. Maka kita semua harus mensyukuri, wujudnya syukur ya tetap berbuat kebaikan," tutur Ust. Erik Budianto.

Pesan yang juga disampaikan, adalah kewajiban menjalankan perintah sebagai makhluk Allah SWT sesuai kemampuan. Termasuk, dalam amal kebaikan untuk sesama, disesuaikan dengan potensi dan kemampuannya.

Masjid-Nurul-Hidayah-Kepanjen-b.jpg

Dalam berbuat kebaikan, menurutnya Islam mengajarkan bahwa berbagi kepada sesama semestinya tidak pilih-pilih kepada siapa. Ini juga pernah disampaikan dalam riwayat Nabi Ibrahim AS, yang diingatkan oleh Allah SWT untuk tidak bersikap demikian.

"Majelis Ilmu seperti mengaji seperti ini adalah, kita dalam Riyadul Jannah, berada miniatur taman surga di dunia," demikian Ust. Erik Budianto.

Koordinator Embong Apik Malan, Grienny Nuradi menyampaikan, masjid merupakan tempat terbuka bagi siapapun. Ia pun mempersilahkan mereka yang setiap hari harus mengamen, menyempatkan singgah ke masjid untuk tetap mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.

"Selama bulan puasa ini, makanan buka disediakan takmir. Jangan sungkan atau segan. Ada juga pakaian layak pakai, jika memang membutuhkan atau tidak ada ganti," kata Grienny.

Di akhir acara, masing-masing pengamen atau pemuda punk itu mendapatkan paket santunan zakat yang disediakan Lazismu PDM Kabupaten Malang. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow