Bantah Kabar Telur Basi, Ketua Yayasan SPPG Rembang Pastikan Menu MBG Aman Dikonsumsi
Klarifikasi SPPG Padaran soal isu telur busuk di paket MBG Rembang: hasil pengecekan menunjukkan telur layak konsumsi, masalah hanya pada kebersihan cangkang.
REMBANG Menanggapi kabar viral mengenai dugaan adanya telur busuk dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Rembang, pihak penyuplai dari SPPG Padaran memberikan klarifikasi resmi.
Ketua Yayasan SPPG Pur menegaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan langsung, kabar mengenai telur busuk tersebut tidaklah benar. Insiden ini murni disebabkan oleh faktor kebersihan cangkang telur yang kurang sempurna, bukan karena kualitas isi telur yang rusak atau basi.
Pur menjelaskan bahwa informasi tersebut pertama kali diterima melalui laporan tim dapur dan sopir pengantar MBG.
"Iya, memang ada laporan tersebut. Tim melaporkan bahwa ada satu sekolah yang mengeluhkan menu telur yang diduga busuk. Kami langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak sekolah dan menarik kembali menu yang dipermasalahkan untuk dicek kebenarannya," ujar Pur saat ditemui awak media.
Berdasarkan hasil kroscek yang dilakukan secara teliti, ditemukan fakta bahwa kondisi telur tersebut sebenarnya masih sangat layak untuk dikonsumsi dan sama sekali tidak basi.
Dugaan telur busuk muncul karena adanya bercak kotoran yang belum tercuci bersih pada bagian cangkang luar, sehingga secara visual memberikan kesan kurang higienis meskipun kualitas isi telurnya tetap terjaga dengan baik.
Selain itu, pihak yayasan menegaskan bahwa insiden ini merupakan kasus tunggal yang hanya terjadi pada satu orang siswa di satu sekolah saja.
Dari sekian banyak sekolah yang disuplai oleh SPPG, tidak ditemukan keluhan serupa, sehingga dapat dipastikan bahwa hal tersebut bukan merupakan masalah sistematis pada kualitas stok pangan yang mereka miliki.
TIMES Indonesia yang meninjau langsung ke lokasi juga mengonfirmasi bahwa telur-telur tersebut memang layak makan, meski terdapat sedikit noda pada bagian kulit luar.
Meski isu telur busuk tidak terbukti, Pur menyatakan pihaknya tetap menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi besar bagi SPPG Padaran.
"Kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami untuk selalu berbenah dan lebih teliti dalam menyiapkan menu MBG bagi siswa ke depannya," tegasnya.
Pihak yayasan mengimbau kepada sekolah-sekolah yang menjadi mitra suplai agar segera menghubungi pihak SPPG jika ditemukan menu yang kurang pas atau ada kendala kualitas. SPPG menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas segala kelalaian dalam pelayanan. (*)
Apa Reaksi Anda?