Bank Maspion Target Salurkan Pinjaman Rp19,5 Triliun Sepanjang 2024

PT Bank Maspion Indonesia Tbk (Bank Maspion; BMAS) menargetkan pertumbuhan penyaluran pinjaman pada tahun ini.

Maret 29, 2024 - 09:30
Bank Maspion Target Salurkan Pinjaman Rp19,5 Triliun Sepanjang 2024

TIMESINDONESIA, SURABAYA – PT Bank Maspion Indonesia Tbk (Bank Maspion; BMAS) menargetkan pertumbuhan penyaluran pinjaman pada tahun ini.

Hingga akhir 2023 lalu, Bank Maspion berhasil membukukan jumlah pinjaman yang disalurkan sebesar Rp13,2 triliun, naik 50,7% jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2022 sebesar Rp8,8 triliun.

Pertumbuhan jumlah pinjaman yang disalurkan ini disebabkan oleh adanya peningkatan penyaluran pinjaman di
beberapa sektor properti.

"Seiring dengan pertumbuhan bisnis Bank Maspion, perseroan menargetkan pada 2024 untuk bisa menyalurkan pinjaman atau lending senilai Rp19,5 triliun, atau naik 48% jika dibandingkan dengan tahun 2023," kata Kasemsri Charoensiddhi, President Director Bank Maspion di Kantor Pusat Bank Maspion di Pakuwon Tower Surabaya, Kamis (28/3/2024).

Dengan proporsi untuk disalurkan kepada sektor korporasi sebesar Rp8,5 triliun (44%), sektor komersil sebesar Rp9 triliun (46%), dan sektor retail sebesar Rp2 triliun (10%).

Bank Maspion juga berhasil membukukan pertumbuhan aset sebesar 31,5% dari Rp14,96 triliun di tahun 2022 menjadi Rp19,67 triliun di tahun 2023.

"Bank Maspion juga berencana untuk menjaga momentum pertumbuhan bank untuk dapat mencapai visi sebagai bank terbesar di Jawa Timur pada 2027 berdasarkan aspek jumlah pinjaman yang disalurkan dengan menjadi bank pilihan bagi masyarakat lokal Jawa Timur," terangnya lebih lanjut.

Pada 23 Maret 2023 lalu, Fitch Ratings Indonesia telah menetapkan PT Bank Maspion Indonesia Tbk Peringkat Nasional
Jangka Panjang 'AA(idn)' dan Peringkat Nasional Jangka Pendek 'F1+(idn)'. Outlook peringkat nasional jangka panjang adalah stabil. 

Di sisi lain, Bank Maspion berhasil membukukan total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp11 triliun, atau naik sebesar 1% dari Rp10,9 triliun di tahun 2022. 

Bank Maspion menargetkan pertumbuhan DPK sebesar 80% atau senilai Rp19,8 triliun di tahun 2024 dengan komposisi Current Account senilai Rp2,2 triliun (11%), Saving Account senilai Rp1,5 triliun (8%), dan Term Deposit senilai Rp16,1 triliun (81%).

Sementara itu, Kasemsri Charoensiddhi juga mengumumkan peningkatan modal inti.

Pada akhir 2023 lalu, KBank meningkatkan investasi di Bank Maspion dengan menambah total modal bank menjadi Rp6,7 triliun yang meningkatkan tingkat klasifikasi modal inti Bank Maspion dari KBMI 1 menjadi KBMI 2. 

Melalui penambahan modal tersebut, jumlah kepemilikan saham KBank terhadap Bank Maspion juga meningkat ke angka 84,55%. 

"Melalui Bank Maspion, KBank berkomitmen
untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai mitra keuangan dan bisnis yang dapat diandalkan," jelasnya.

KBank masuk sebagai partner strategis Bank Maspion di tahun 2017 dengan kepemilikan saham sebesar 9,99%. 

Dengan kerja sama yang terjalin baik, KBank melalui anak perusahaannya KASIKORN Vision Financial Company PTE LTD berhasil mengakuisisi 30.01% saham Bank Maspion melalui Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) di tahun 2022.

"Ini menjadikan KBank Group sebagai pemegang saham mayoritas dengan total kepemilikan saham 40% dari keseluruhan total saham bank," tandasnya.

Melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD / rights issue) di akhir tahun 2022, KBank meningkatkan kembali saham kepemilikannya hingga 67.5%.

"KBank merupakan salah satu institusi finansial terbesar di Thailand. Dengan pengalaman lebih dari 78 tahun, KBank
memiliki tujuan untuk menjadi institusi finansial paling inovatif," pujinya.

Dengan didukung oleh 830 jaringan kantor cabang, 11.016 ATM/RCM, 18.795 karyawan, dan lebih dari 18,5 juta pengguna KPlus (aplikasi Mobile Banking KBank), KBank berkomitmen dalam memberikan layanan
keuangan kelas dunia dan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dengan
menggabungkan teknologi dan bakat secara harmonis.

KBank juga dinilai telah berekspansi secara regional ke ASEAN Economic Community (AEC)+3 (Jepang, China, dan Korea Selatan) dengan menetapkan tujuan sebagai Bank Regional Pilihan di AEC+3 dengan fokus
mengembangkan bisnis di Cina, Vietnam, Indonesia, Kamboja, Laos, melalui perbankan digital dan solusi beyond banking.

KBank menerapkan model operasi regional yang terintegrasi, yang meliputi jejak regional, ekspansi digital regional, dan kemitraan regional.

Tahun 2023 sendiri menjadi salah satu tahun besar bagi Bank Maspion. Selain adanya penambahan modal inti yang mendorong klasifikasi Bank Maspion dari KBMI 1 ke KBMI 2, Bank Maspion juga mencatat beragam pencapaian bisnis lainnya di tahun 2023. 

Seperti peningkatan jumlah pinjaman yang disalurkan, pertumbuhan jumlah aset,
serta pencapaian target akuisisi New to
QRIS dan Existing QRIS merchant. 

Melalui perkembangan pesat transaksi digital di Indonesia, Bank Maspion berhasil
mencatatkan lebih dari 24 miliar transaksi menggunakan QRIS di tahun 2023 dengan
menggandeng lebih dari 4.300 merchant. 

Menyadari potensi peningkatan transaksi digital, Bank Maspion menargetkan untuk dapat bekerja sama dengan lebih dari 7.900 merchant dan dapat menjangkau total minimal 12.500 merchant dengan target
nilai transaksi sebesar Rp150 miliar.

Saat ini Bank Maspion juga tengah mempersiapkan peluncuran aplikasi Mobile
Banking barunya yang ditargetkan akan dilakukan pada kuartal kedua 2024.

Pada saat yang sama, Iis Herijati selaku Operational Director Bank Maspion mengumumkan perpindahan lokasi kantor pusat operasional (KPO) dari  Jalan Basuki Rahmat ke Kantor Pusat Pakuwon Tower, Tunjungan Plaza Surabaya.

Perpindahan ini berdasarkan Surat Persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S-19/KO/2023 tanggal 23 Desember 2023 Perihal Pembukaan Kantor Cabang dan Pemindahan Alamat Kantor Pusat.

"PT Bank Maspion Indonesia Tbk menginformasikan terkait dengan pemindahan alamat kantor pusat dan pembukaan kantor cabang per tanggal 8 Januari 2024," jelas Iis.

KPO Bank Maspion telah beroperasi sebagai Kantor Cabang Basuki Rahmat yang memberikan pelayanan kepada nasabah seperti yang telah dilakukan sehari-hari sebelumnya.

"Pemindahan alamat Kantor Pusat Bank Maspion ini merupakan salah satu
momentum penting dalam mewujudkan visi dan misi Bank Maspion untuk menjadi 20 besar bank terbesar di Indonesia dan
bank terbesar di Jawa Timur pada 2027," terangnya.

Keputusan untuk memindahkan Kantor Pusat Bank Maspion ini ia sebut mencerminkan ekspansi strategis yang dilakukan oleh Bank Maspion setelah adanya perubahan pemegang saham mayoritas oleh Kasikornbank (KBank) pada 2022. 

"Sekaligus untuk membangun citra publik dan memperkenalkan Bank Maspion sebagai bagian dari KBank Group," tambahnya.

Dengan lokasi Kantor Pusat Bank Maspion yang terletak di Pusat Kota Surabaya, ia berharap dapat memberikan kemudahan akses bagi seluruh karyawan Bank Maspion.

Kantor dengan tema “Breathing Space” yang didesain dengan konsep ruang terbuka ini diharapkan dapat mendorong produktivitas dan kolaborasi karyawan Bank Maspion. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow