Arema FC vs Bali United Digelar di Kanjuruhan, 777 Personel Gabungan Disiagakan
Arema FC akan menjamu Bali United di Stadion Kanjuruhan pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Sebanyak 777 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan laga.
MALANG Pertandingan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-24 antara Arema FC kontra Bali United dipastikan digelar pada Jumat (6/3/2026) di Stadion Kanjuruhan. Laga kandang ini menjadi momentum penting bagi Singo Edan yang tengah berupaya kembali ke jalur kemenangan.
Pada pekan ke-23, Arema FC harus mengakui keunggulan Borneo FC Samarinda setelah kalah 1-2 di Stadion Segiri, Kamis (26/2/2026) malam.
Sementara pada pekan ke-22, Arema juga hanya mampu bermain imbang 2-2 saat bertandang ke markas Madura United di Gelora Ratu Pamelingan, 21 Februari 2026.
Bermain di kandang sendiri, tim asuhan pelatih Marcos Santos dipastikan tak ingin menyia-nyiakan keuntungan sebagai tuan rumah untuk mengamankan tiga poin.
Skema Pengamanan Arema FC vs Bali United
Pengamanan ketat juga disiapkan untuk laga krusial tersebut. Kepolisian Resor Malang menegaskan komitmennya memastikan pertandingan berjalan aman dan kondusif.
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi eksternal guna mematangkan pengamanan pertandingan.
Rapat koordinasi dipimpin Kapolres Malang AKBP Muhamad Taat Resdianto, terkait kesiapan pengamanan laga Arema FC vs Bali United di Polres Malang, kemarin. (Foto: Polres)
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi eksternal untuk memastikan seluruh tahapan pengamanan benar-benar siap dan pertandingan berjalan kondusif,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Rapat koordinasi digelar di Mapolres Malang pada Selasa (3/3/2026), dihadiri jajaran TNI-Polri, manajemen Arema FC, Askab PSSI, perwakilan suporter, hingga steward stadion.
Sebanyak 777 personel gabungan dari Polda Jatim, Polres Malang, TNI dan Pemkab Malang akan diterjunkan. Pola pengamanan dibagi dalam empat zona.
Kapolres juga mengingatkan potensi kerawanan karena pertandingan digelar malam hari. Meski laporan intelijen memprediksi situasi relatif aman, seluruh personel diminta tetap waspada.
“Meskipun prediksi relatif aman, kita jangan sepelekan. Sekecil apa pun potensi gangguan harus diantisipasi sesuai prosedur tetap, apalagi pertandingan digelar malam hari,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya bertumpu pada aparat kepolisian. Kolaborasi lintas sektoral antara panitia pelaksana, steward, tim medis, TNI, hingga perwakilan suporter menjadi kunci utama.
“Keberhasilan pengamanan adalah hasil kolaborasi solid semua pihak. Komunikasi harus terbuka dan responsif terhadap dinamika di lapangan,” pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?