May Day di Balai Kota Malang, Massa Bakar Bendera AS dan Israel di Tengah Aksi Musik Jalanan
Aksi May Day di Balai Kota Malang memanas saat massa membakar bendera AS dan Israel di tengah pertunjukan musik jalanan. Demonstrasi juga diwarnai orasi dan seruan “Free Palestine”.
MALANG - Aksi peringatan Hari Buruh Internasional di depan Balai Kota Malang, Jumat (1/5/2026), berlangsung dengan dinamika yang meningkat. Selain diwarnai orasi, massa aksi juga meluapkan ekspresi melalui panggung musik jalanan yang digelar di tengah kerumunan.
Ketegangan memuncak saat band Glich tampil sebagai penampil ketiga. Di tengah dentuman musik, ratusan massa aksi mengarak bendera Amerika Serikat dan Israel ke tengah kerumunan. Bendera tersebut kemudian menjadi sasaran pelampiasan emosi massa, mulai dari dibuang, diinjak, diludahi, dirobek, hingga dibakar di hadapan peserta aksi.
Aksi simbolik itu berlangsung di tengah riuh teriakan solidaritas. Massa bersama para performer juga meneriakkan “Free Palestine” menggunakan mikrofon, menciptakan suasana demonstrasi yang dipadukan dengan energi musik keras dan ekspresi politik.
Salah satu performer, Ciwen Ilusi, menegaskan kehadiran kolektif musik dalam aksi tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari penyampaian aspirasi.
“Musik jadi cara kami ikut bersuara. Bukan cuma orasi, tapi teriakan lewat lagu juga bagian dari perlawanan,” ujar Ciwen, Jumat (1/5/2026).
Aksi ini menunjukkan bahwa demonstrasi buruh di Kota Malang berjalan dengan format yang tidak lagi sepenuhnya konvensional. Musik, distorsi, dan ekspresi jalanan menjadi medium alternatif penyampaian pesan, sekaligus memperkuat solidaritas di tengah massa aksi yang memadati kawasan Balai Kota.(*)
Apa Reaksi Anda?