Arab Saudi Bentuk Aliansi Pertahanan Maritim 14 Negara untuk Amankan Laut Merah

Arab Saudi mengumumkan pembentukan aliansi pertahanan maritim multinasional guna memperkuat keamanan jalur pelayaran di Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden.

Juli 31, 2026 - 22:11
Arab Saudi Bentuk Aliansi Pertahanan Maritim 14 Negara untuk Amankan Laut Merah
JAKARTA -

Arab Saudi mengumumkan pembentukan aliansi pertahanan maritim multinasional guna memperkuat keamanan jalur pelayaran di Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden. Inisiatif tersebut diumumkan setelah pertemuan yang digelar Kementerian Pertahanan Arab Saudi di Riyadh.

Mengutip Saudi Press Agency (SPA), Kamis (30/7/2026), forum tersebut dihadiri para pemimpin militer serta perwakilan dari 43 negara dan delegasi Uni Eropa (UE).

Sebanyak 14 negara menandatangani deklarasi bersama sebagai pendukung awal aliansi tersebut, yakni Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, Yaman, Bangladesh, Nigeria, Sudan, Djibouti, dan Somalia.

Perkuat Keamanan Jalur Pelayaran

Dalam deklarasi bersama disebutkan bahwa aliansi ini dibentuk sebagai kerangka kerja pertahanan untuk meningkatkan keamanan maritim, melindungi kebebasan navigasi, serta menjaga kelancaran jalur perdagangan internasional dan distribusi energi di kawasan strategis tersebut.

Deklarasi itu juga menegaskan bahwa keterlibatan dalam operasi militer tetap menjadi keputusan masing-masing negara anggota sesuai dengan hukum nasional yang berlaku.

Arab Saudi akan bertindak sebagai negara pendiri sekaligus pemimpin aliansi, serta menjadi lokasi markas besar permanen organisasi tersebut.

Dibentuk di Tengah Meningkatnya Ketegangan Kawasan

Pembentukan aliansi berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, kelompok Houthi di Yaman mengumumkan larangan maritim terhadap aktivitas pelayaran Arab Saudi pada 20 Juli 2026 dan mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Di saat yang sama, jalur pelayaran Laut Merah semakin strategis sebagai rute ekspor minyak Arab Saudi menyusul meningkatnya gangguan terhadap pelayaran di Selat Hormuz akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Selat Bab al-Mandab sendiri merupakan salah satu chokepoint maritim terpenting di dunia yang menghubungkan Teluk Aden dengan bagian selatan Laut Merah. Jalur ini menjadi penghubung utama arus perdagangan internasional dan distribusi energi menuju maupun dari Terusan Suez.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow