Anggarkan Rp200 Juta, PUPR Pacitan Garap Proyek Percontohan Sanitasi Pondok Tremas
Dinas PUPR Pacitan membangun prototype sanitasi Rp200 juta di Pondok Tremas. Sistem IPAL, sumur resapan, dan penanganan septic tank disiapkan untuk meningkatkan kesehatan lingkungan santri.
PACITAN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pacitan tengah bersiap melakukan penataan sistem sanitasi di kawasan Perguruan Islam Pondok Tremas secara bertahap.
Langkah ini diawali dengan pembangunan proyek percontohan (prototype) senilai Rp200 juta guna menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan para santri.
Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum Dinas PUPR Pacitan, Tonny Setyo Nugroho, menjelaskan bahwa penataan awal ini akan difokuskan pada pembenahan sanitasi di asrama putra terlebih dahulu.
"Tahap awal akan kita tangani sanitasi asrama putra tiga blok di sisi utara," ujar Tonny saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).
Paduan IPAL dan Sumur Resapan
Dalam program penataan ini, Dinas PUPR berfokus mengelola limbah domestik greywater atau air bekas dari fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) santri yang sudah ada.
Agar air buangan tidak menimbulkan bau tak sedap di saluran drainase permukiman warga, Dinas PUPR menerapkan sistem penyaringan khusus sebelum air dilepas ke lingkungan.
"Penanganan berupa IPAL untuk greywater ini kita kombinasikan dengan sistem sumur resapan, dengan harapan akan menjaga permukaan air tanah dangkal," kata Tonny.
Melalui skema tersebut, air sisa aktivitas domestik pondok dipastikan masuk ke tanah atau saluran umum dalam kondisi aman dan bebas bau.
Guna memastikan keamanannya, PUPR juga akan menggandeng Puskesmas setempat untuk menguji kualitas air hasil olahan IPAL secara berkala.
Antisipasi Overkapasitas Septic Tank
Selain mengolah air bekas mandi dan cuci, penataan ini juga menyasar penanganan blackwater (limbah toilet).
Tonny mengungkapkan, tangki septik (septic tank) di kawasan Pondok Tremas diketahui sudah bertahun-tahun tidak pernah dikosongkan hingga mengalami overkapasitas.
"Karena infonya tidak pernah disedot, jadi sudah lama itu penuh," ungkapnya.
Sebagai solusi, Dinas PUPR Pacitan akan melakukan penyedotan limbah tinja secara massal.
Pembuangan dan pengolahan limbah tersebut nantinya akan dialirkan ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Pacitan yang ditargetkan rampung pada Januari mendatang.
Proyek Percontohan 1.000 Santri
Mengingat jumlah santri mukim di Pondok Tremas mencapai kisaran 5.000 orang lebih, penataan sanitasi menyeluruh diproyeksikan membutuhkan biaya hingga miliaran rupiah.
Oleh sebab itu, PUPR memilih menerapkan proyek percontohan terlebih dahulu dengan kapasitas terbatas.
"Anggaran Rp200 juta ini difokuskan untuk penanganan kapasitas maksimal 1.000 santri di tiga blok asrama selatan saluran serta MCK bantuan di utara sungai. Ini kita jadikan prototype dulu," terang Tonny.
Jika proyek percontohan ini terbukti efektif menjaga higienitas lingkungan pesantren, Dinas PUPR berkomitmen untuk menduplikasi sistem serupa ke blok-blok asrama lainnya secara bertahap. (*)
Apa Reaksi Anda?