85 Relawan Kakak Pendamping Sambangi SLB di Bandung, Tebar Semangat Inklusivitas
Sebanyak 85 relawan program Kakak Pendamping mengunjungi SLB BC YPLAB Wartawan Bandung untuk memperkuat kepedulian sosial dan mendorong pendidikan inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus.
BANDUNG Semangat kepedulian sosial dan penguatan pendidikan inklusif mewarnai suasana di SLB BC YPLAB Wartawan Bandung, Jumat (13/3/2026). Sebanyak 85 relawan yang tergabung dalam program "Kakak Pendamping" bergerak serentak melakukan kunjungan ke berbagai lembaga sosial di penjuru Indonesia, mulai dari panti asuhan hingga sekolah luar biasa.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Punya Skill Akademi bersama Minds United Community dan Creative Center ini bertujuan menciptakan ruang perjumpaan yang hangat antara relawan, guru, orang tua, dan siswa. Di Bandung, momen kebersamaan tersebut menjadi titik krusial untuk mengikis sekat sosial melalui interaksi langsung.
Vice Director Program Punya Skill Akademi, Sajidan Aflah, mengungkapkan bahwa gerakan ini berangkat dari premis sederhana mengenai perubahan sosial. Menurutnya, dampak besar tidak selalu lahir dari langkah raksasa, melainkan dari kehadiran yang tulus.
"Sering kali kita berpikir bahwa untuk memberikan dampak besar, kita harus melakukan sesuatu yang besar pula. Namun hari ini kami belajar bahwa dampak besar justru bisa dimulai dari hal yang sederhana dari hadir, menyapa, duduk bersama, dan saling mendengarkan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran para relawan bukan sekadar untuk memberi bantuan materi, melainkan sebuah proses belajar kolektif. Para relawan diajak untuk memahami realitas kehidupan dari perspektif anak-anak berkebutuhan khusus yang selama ini kerap menghadapi stigma di masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa diajak berinteraksi melalui berbagai aktivitas kreatif. Fokus utamanya adalah membangun rasa percaya diri dan memberikan dukungan emosional. Sajidan menekankan bahwa di balik label keterbatasan yang sering disematkan, anak-anak di SLB memiliki potensi luar biasa dan ketulusan yang menginspirasi.
Langkah ini juga dipandang sebagai upaya nyata dalam mendukung komitmen global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam menjamin pendidikan berkualitas yang inklusif tanpa diskriminasi. Selain interaksi sosial, para relawan juga menyerahkan bingkisan sebagai simbol persaudaraan kepada para siswa.
Kepala Sekolah SLB BC YPLAB Wartawan, Karmila, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran anak-anak muda sebagai relawan memberikan suntikan moral yang sangat berarti bagi para siswa maupun tenaga pendidik di sekolah tersebut.
Bagi penyelenggara dan relawan, program ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat luas untuk lebih menghargai keberagaman. Dengan membangun empati sejak dini, diharapkan tercipta lingkungan sosial yang memberikan kesempatan setara bagi setiap anak untuk bermimpi dan berkembang tanpa batas. (*)
Apa Reaksi Anda?