516 Studio di Malang, Ruang Baca Gratis yang Tumbuh dari Kenangan Keluarga

516 Studio di Malang hadir sebagai ruang baca gratis sekaligus craft shop. Mengusung konsep home library, tempat ini menjadi alternatif literasi yang hangat dan mudah diakses.

April 15, 2026 - 17:30
516 Studio di Malang, Ruang Baca Gratis yang Tumbuh dari Kenangan Keluarga

MALANG - Caption foto 2: Tampak depan 516 Studio, ruang baca gratis di kawasan Lesanpuro, Kota Malang. (FOTO: Lusia Dian Finnadi/TIMES Indonesia)

Caption foto 3: Beragam produk handmade seperti rajut, gantungan kunci, dan pembatas buku di 516 Studio. (FOTO: Lusia Dian Finnadi/TIMES Indonesia)

Di tengah meningkatnya harga buku dan terbatasnya akses literasi, hadir sebuah ruang kecil yang hangat di kawasan Lesanpuro, Kota Malang, Jawa Timur. Bernama 516 Studio, tempat ini mengusung konsep home library sekaligus craft shop yang terbuka untuk masyarakat umum.

Berlokasi di Jalan Danau Semayang V No. E2F 16, Kedungkandang, 516 Studio menyediakan lebih dari 100 koleksi buku yang bisa dibaca gratis di tempat. Suasana ruangannya sederhana, dengan rak-rak buku yang tertata rapi dan cahaya alami yang masuk dari jendela, menghadirkan kenyamanan bagi pengunjung untuk membaca dalam waktu lama.

Studio ini buka setiap Selasa hingga Sabtu, pukul 10.00–17.00 WIB, dan menjadi alternatif ruang literasi yang mudah diakses berbagai kalangan.

Pemilik 516 Studio, Naya, menuturkan bahwa kecintaannya terhadap buku sudah tumbuh sejak kecil karena lingkungan keluarga yang dekat dengan budaya membaca.

516 Studio Malang 2Tampak depan 516 Studio, ruang baca gratis di kawasan Lesanpuro, Kota Malang. (FOTO: Lusia Dian Finnadi/TIMES Indonesia)

“Dari kecil, rumah selalu dipenuhi buku dan kegiatan membaca sudah jadi bagian dari keseharian,” ujarnya.

Sebagian besar koleksi buku di tempat ini merupakan peninggalan almarhum ayahnya. Kehadiran 516 Studio pun menjadi cara untuk merawat sekaligus menghidupkan kembali koleksi tersebut agar tetap bermanfaat bagi orang lain.

“Salah satu alasan 516 dibuat adalah untuk mengenang koleksi beliau, dan supaya buku-buku ini bisa terus hidup,” tambahnya.

Sebelum menjadi ruang publik, rumah tersebut memang sering didatangi teman-teman untuk membaca, meminjam buku, hingga sekadar berkumpul. Dari kebiasaan itu, muncul ide untuk menjadikannya sebagai perpustakaan kecil yang terbuka.

Tak hanya menjadi ruang baca, 516 Studio juga menghadirkan craft shop yang menjual berbagai produk buatan tangan karya Naya sendiri. Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari pembatas buku, tempat foto, gantungan kunci, hingga berbagai kerajinan rajut dengan bentuk dan warna yang menarik. Setiap produk dibuat secara handmade, menambah nilai personal dan keunikan tersendiri.

516 Studio Malang 3Beragam produk handmade seperti rajut, gantungan kunci, dan pembatas buku di 516 Studio. (FOTO: Lusia Dian Finnadi/TIMES Indonesia)

Nama “516” sendiri diambil dari alamat rumah, yang awalnya dikenal sebagai “Sudut Baca 516” sebelum berkembang menjadi 516 Studio seperti sekarang.

Dengan konsep sederhana namun penuh makna, 516 Studio hadir sebagai ruang alternatif untuk membaca, belajar hal baru, sekaligus menikmati karya kreatif. Tempat ini diharapkan dapat menjadi ruang hangat yang mendorong minat baca sekaligus mengapresiasi kreativitas di tengah masyarakat. (*)
 

Pewarta: Lusia Dian Finnadi

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow