10 Jemaah Haji Wafat, Kemenhaj Soroti Risiko Kesehatan di Tengah Suhu Ekstrem

Sebanyak 10 jemaah haji Indonesia wafat hingga awal Mei 2026, didominasi penyakit jantung dan paru, di tengah suhu Arab Saudi yang mencapai 40 derajat Celsius.

Mei 6, 2026 - 21:31
10 Jemaah Haji Wafat, Kemenhaj Soroti Risiko Kesehatan di Tengah Suhu Ekstrem

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat sebanyak 10 jemaah haji Indonesia wafat hingga Selasa, 5 Mei 2026, di tengah tingginya risiko kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, Rabu (6/5/2026) menyebutkan bahwa penyebab kematian terbanyak berasal dari penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan, seperti penyumbatan pembuluh darah ke jantung serta radang paru-paru.

Pada laporan terbaru, satu jemaah atas nama A.N. Soleh Salimar asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan wafat pada 5 Mei 2026.

Selain itu, layanan kesehatan juga mencatat tingginya angka jemaah yang membutuhkan penanganan medis. Sebanyak 12.725 jemaah menjalani rawat jalan, 144 dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dan 232 lainnya dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Hingga saat ini, 70 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Suci menegaskan bahwa pemerintah terus mengoptimalkan layanan kesehatan melalui berbagai fasilitas, mulai dari pos kesehatan kloter hingga rumah sakit rujukan di Arab Saudi.

Dengan suhu di Madinah dan Mekah yang berkisar antara 38 hingga 40 derajat Celsius, jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik dengan mengatur aktivitas, mencukupi cairan, serta menggunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan.

“Kedisiplinan menjaga kesehatan menjadi kunci agar jemaah dapat menjalankan ibadah secara optimal,” ujarnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow