TMMD 128 Probolinggo Bentuk Forum BUMDes Kecamatan Maron, Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa
TMMD 128 Probolinggo melalui sasaran nonfisik membentuk Forum BUMDes Kecamatan Maron untuk memperkuat kolaborasi dan kemandirian ekonomi desa.
PROBOLINGGO - Sasaran nonfisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0820/Probolinggo terus berlanjut. Kali ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo menggelar pembentukan Forum BUMDes Kecamatan Maron di Cafe Dam-8, Desa Brabe, Kecamatan Maron, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan TMMD 128 Probolinggo tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri sejumlah pejabat serta pemangku kepentingan, di antaranya Kabid PMD Farhan Hidayat, S.T., Sekcam Maron Wawas Arif Rachmanto, S.E., M.M., Danramil 0820/21 Maron Kapten Arh. Murianto, S.T., M.M., Babinsa Koramil Maron Serma Rustam E., staf Dinas PMD, staf Kecamatan Maron, serta narasumber Yoga Airlangga, S.E.
Pembentukan Forum BUMDes menjadi agenda utama dalam sasaran nonfisik TMMD 128 Probolinggo. Forum ini dirancang sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan penguatan kelembagaan seluruh BUMDes di wilayah Kecamatan Maron.
Selain pembentukan forum, peserta juga mendapatkan materi terkait pemeringkatan BUMDes oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Langkah ini bertujuan agar pengelola BUMDes memahami indikator penilaian serta mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan dan usaha masing-masing.
Kabid PMD Kabupaten Probolinggo, Farhan Hidayat, menegaskan pentingnya sinergi antardesa dalam memperkuat BUMDes.
“Forum BUMDes Kecamatan Maron ini kita bentuk agar antar desa bisa saling menguatkan. Kalau ada BUMDes yang sudah maju, bisa menularkan ilmunya. Target kita, seluruh BUMDes di Maron naik kelas sesuai pemeringkatan dari Kemendes PDTT,” ujarnya.
Sekcam Maron Wawas Arif Rachmanto menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, forum ini sejalan dengan visi kecamatan dalam mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal.
“Kami di kecamatan siap memfasilitasi. Dengan adanya forum, koordinasi jadi lebih mudah. Harapannya BUMDes tidak jalan sendiri-sendiri, tapi bisa kolaborasi, bahkan membuat unit usaha bersama tingkat kecamatan,” katanya.
Dari unsur TNI, Danramil 0820/21 Maron Kapten Arh. Murianto menegaskan bahwa sasaran nonfisik TMMD 128 Probolinggo memang dirancang menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“TMMD bukan hanya bangun jalan dan RTLH. Pemberdayaan ekonomi lewat BUMDes ini penting agar hasil pembangunan fisik bisa dikelola dan dijaga warga. Koramil siap mengawal sampai forum ini benar-benar jalan,” tegasnya.
Dalam sesi diskusi, narasumber Yoga Airlangga memaparkan teknis penyusunan rencana usaha BUMDes serta strategi pemasaran digital. Para peserta juga diminta memetakan potensi unggulan di desa masing-masing untuk memperkuat model bisnis lokal.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai persoalan, mulai dari permodalan, manajemen, hingga pemasaran produk, dibahas bersama dan langsung mendapat pendampingan dari Dinas PMD.
Melalui pembentukan Forum BUMDes Kecamatan Maron, TMMD 128 Probolinggo tidak hanya meninggalkan pembangunan fisik, tetapi juga jejak pemberdayaan ekonomi yang konkret guna mempercepat kemandirian desa di wilayah Maron. (*)
Apa Reaksi Anda?