Tiga Jembatan Perintis Garuda Selesai 100 Persen, Kodim Ponorogo Kebut Proyek Tersisa

Kodim 0802/Ponorogo bersama warga berhasil merampungkan tiga dari empat proyek Jembatan Perintis Garuda Tahap III 2026 untuk mendukung akses, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat pelosok Ponorog

Mei 16, 2026 - 12:30
Tiga Jembatan Perintis Garuda Selesai 100 Persen, Kodim Ponorogo Kebut Proyek Tersisa

PONOROGO - Anggota Kodim 0802/Ponorogo bersama masyarakat, perangkat desa dan beberapa unsur terkaitĀ  terus bekerja keras merampungkan pembangunan jembatan Perintis Garuda tahap III tahun 2026 yang jumlahnya ada empat titik tersebar di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Empat titik pembangunan tersebut yaitu, Jembatan Gantung di Sungai Beji Garon Desa Bungkal,Kecamatan Bungkal, Jembatan Beton di Sungai Kalisonggo Dukuh Glagahan, Desa Maguwan, Kecamatan Sambit, Jembatan Gantung di Sungai Sidowayah Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon serta Jembatan Rangka Baja di Sungai Watu Putih Dukuh Gagakan, Desa Ngloning, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Berkat kerja keras anggota Kodim 0802/Ponorogo, masyarakat, perangkat desa, unsur terkait serta semua pihak yang mendukung lancarnya proyek strategis pemerintah tersebut proses pembangunan jembatan di empat titik lokasi diatas menunjukkan hasil yang sangat signifikan.

Hal tersebut dibuktikan dari empat titik lokasi jembatan yang dibangun oleh Kodim 0802/Ponorogo tersebut sudah selesai tiga buah dan tinggal satuĀ  jembatan yaitu Jembatan Rangka Baja di Sungai Watu Putih Dukuh Gagakan, Desa Ngloning, Kecamatan Slahung yang progresnya hari ini sudah mencapai 84,37 %.

Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farouk Saputra, menyatakan rasa syukur dan apresiasinya atas kerja keras seluruh personel di lapangan serta sinergi yang luar dari warga masyarakat. Menurutnya, rampungnya proyek ini adalah bukti nyata manunggalnya TNI dengan rakyat. "Penyelesaian tiga jembatan Perintis Garuda Tahap III ini merupakan wujud bakti nyata Kodim 0802/Ponorogo dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Kami berharap infrastruktur ini tidak hanya membuka isolasi geografis, tetapi juga mendongkrak roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di pelosok Ponorogo," ujarnya.

Letkol Arh Farouk Saputra juga menambahkan, bahwa tantangan geografis di beberapa lokasi pembangunan cukup menantang. Namun berkat gotong royong yang menjadi cirikhas warga Ponorogo, seluruh proses konstruksi dapat berjalan lancar, aman, dan tepat waktu. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow