The Last Echoes di Bambu Indah Gemakan Keheningan Jelang Hari Nyepi
Bambu Indah di Ubud menggelar “The Last Echoes”, ritual musik dan upacara api terakhir jelang Nyepi, mengajak tamu hening, berintrospeksi, dan menyatu dengan alam Bali.
BALI Di ambang kesunyian total Hari Raya Nyepi, lembah sungai rimbun di Sayan, Ubud, menjadi saksi sebuah pertemuan spiritual yang mendalam. Pada Senin (9/3/2026), resor Bambu Indah menggelar acara bertajuk "The Last Echoes", sebuah simfoni perpisahan dengan keriuhan dunia sebelum Bali memasuki masa meditasi 24 jam.
Sekitar 200 tamu dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk meresapi transisi dari aktivitas menuju keheningan sakral Tahun Baru Saka. Acara ini bukan sekadar pesta, melainkan sebuah ruang kolektif untuk introspeksi diri melalui perpaduan musik, alam, dan tradisi.
Harmoni Alam dan Relaksasi
Memasuki malam, suasana perlahan berubah menjadi perjalanan musikal yang meditatif. Rangkaian pertunjukan dikurasi secara khusus untuk membawa para pendengar menyelami pengalaman batin yang lebih dalam.
Malam dibuka oleh Agustian, seorang multi-instrumentalis asal Sumatra yang menghadirkan perpaduan instrumen tradisional dan lantunan chant bernuansa magis. Alunan musiknya menciptakan atmosfer yang menenangkan sekaligus sakral.
Selanjutnya, Sophie Sofree & Raio menghadirkan kolaborasi unik antara elemen elektronik dan instrumen live yang lembut. Ritme yang tercipta perlahan membangun energi kolektif di antara para tamu, seolah mengajak semua yang hadir bergerak dalam harmoni yang sama.
Rangkaian pertunjukan ditutup oleh Onanya, yang menghadirkan sentuhan musik dengan pengaruh Afrika dan Timur Tengah. Nuansa ritmis dan spiritual yang kuat menjadi penutup
Puncak Ritual: Upacara Api Terakhir
Momen paling emosional terjadi saat para tamu dipandu menuju area Island untuk mengikuti Upacara Api Terakhir yang dipimpin oleh Anna Maria.
Dijabarkan Citra Suriah, Corporate Director of Marketing Bambu Indah, Green Village Bali & The Kul Kul Farmperwakilan Bambu Indah bahwa ritual ini merupakan simbolis yang menandai berakhirnya gema duniawi dan dimulainya keheningan Nyepi.
"Di bawah langit malam Bali, api tersebut melambangkan pembersihan dan kesiapan untuk memasuki masa tanpa cahaya, tanpa suara, dan tanpa aktivitas," ungkapnya.
"The Last Echoes dirancang untuk menghormati ritme hidup yang lebih lambat. Ini adalah momen untuk berhenti, bernapas, dan terhubung kembali dengan bumi," sambung Citra.
Berdiri sejak 2005, Bambu Indah telah diakui dunia melalui berbagai media internasional seperti Vogue dan National Geographic.
Bermula dari 11 rumah antik Jawa, kini resor ini memiliki 24 hunian artisanal, termasuk New Moon House yang ikonik dengan desain tembaga dan bambu.
Dengan berakhirnya The Last Echoes, para tamu membawa pulang resonansi ketenangan sebagai bekal menghadapi kesunyian sakral Nyepi yang menyelimuti seluruh Pulau Dewata.(*)
Apa Reaksi Anda?