Tagih Janji Wali Kota Banjar, Warga Lima RW di Mekarsari Patungan Swadaya Bangun Jalan Makam
Melalui inisiatif swadaya, warga dari 5 RW di Mekarsari bergotong-royong mengumpulkan dana untuk membangun akses jalan menuju lahan pemakaman Sumanding Wetan.
BANJAR - Kecewa karena janji kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota tak kunjung terealisasi, warga Kelurahan Mekarsari Kota Banjar akhirnya mengambil langkah mandiri.
Melalui inisiatif swadaya, warga dari 5 RW bergotong-royong mengumpulkan dana untuk membangun akses jalan menuju lahan pemakaman Sumanding Wetan yang kondisinya sudah sangat mendesak.
Ketua RW setempat, Dadang, mengungkapkan bahwa pembangunan jalan sepanjang 165 meter di perbatasan Kelurahan Mekarsari dan Desa Binangun yang saat ini berjalan murni bersumber dari kantong masyarakat.
Sama sekali belum ada bantuan ataupun kontribusi nyata dari Pemerintah Kota (Pemkot) maupun pasangan kepala daerah yang dulu disebut Dadang sudah mengumbar janji.
"Untuk pembangunan yang sekarang murni swadaya. Dikarenakan mungkin dulu pernah pengajuan, tapi responsnya tidak ada," ujar Dadang saat dikonfirmasi di lokasi pembangunan, Rabu (10/6/2026).
Kronologi Janji Kampanye dan Kendala Birokrasi
Menurut Dadang, janji perbaikan jalan tersebut terlontar saat masa kampanye dalam sebuah acara sosialisasi di wilayah Sumanding.
Saat itu, calon Wakil Wali Kota yang kini menjabat, Supriana, bersama tim suksesnya sempat meninjau langsung lokasi dan menyatakan komitmennya.
"Dulu pernah saya langsung konfirmasi di sini, dia katanya insya Allah jikalau jadi, siap (membangun). Timnya juga pernah survei ke lokasi," kenang Dadang.
Namun setelah terpilih, janji tersebut menguap tanpa kepastian. Selain masalah anggaran dari pemkot yang tak kunjung turun, proyek ini sempat terkendala masalah batas wilayah.
Dadang menerangkan lahan pemakaman tersebut digunakan oleh warga Kelurahan Mekarsari, namun secara administratif tanahnya masuk dalam wilayah Binangun.
Pihak kelurahan bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebenarnya sudah berupaya melakukan koordinasi lintas wilayah, namun benturan regulasi sempat membuat pengajuan bantuan ke pemerintah mandek.
Kompak Patungan Rp2 Juta Per RT
Mengingat kebutuhan lahan pemakaman sudah sangat darurat karena kapasitasnya yang hampir penuh, warga tidak bisa lagi berpangku tangan menunggu pemerintah bergerak.
Berdasarkan hasil musyawarah, dibentuklah kepanitiaan pembangunan untuk mengoordinasikan gerakan "dari masyarakat, oleh masyarakat."
Gerakan swadaya ini mencakup wilayah yang cukup luas, yaitu melibatkan 5 RW (RW 16, RW 17, RW 22, RW 23, dan RW 24) yang membawahi total 12 RT. Setiap RT sepakat untuk patungan sebesar Rp2 juta guna mewujudkan proyek fasilitas umum ini.
"Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi masyarakat. Materi dan tenaga semua didukung penuh oleh warga, sehingga proyek tahap awal ini bisa dianggap selesai," tambah Dadang.
Proyek Belum Tuntas, Warga Masih Berharap pada Pemkot
Meski tahap pertama sepanjang 165 meter berhasil diselesaikan warga secara mandiri, namun perjuangan mereka belum usai.
Target total panjang akses jalan makam ini adalah 300 meter. Artinya, masih ada sisa sekitar 135 meter jalan penyambung yang belum tersentuh.
Hingga saat ini, Dadang mengaku belum ada komunikasi lanjutan dari Wali Kota maupun Wakil Wali Kota, meskipun sempat ada kabar rencana kunjungan yang difasilitasi oleh pihak lain.
Mewakili suara masyarakat, Dadang menyampaikan pesan terbuka agar Pemkot Banjar tidak melupakan janji-janji politiknya yang telah disampaikan kepada warga Mekarsari.
"Harapan kami, dari pemerintah kota yang dulu pernah menjanjikan, kami sangat mengharapkan bantuannya untuk kelanjutan perpanjangan jalan yang masih kurang sekitar 135 meteran lagi," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?