SMAN 1 Nawangan Pacitan Perkuat Karakter Siswa Lewat Pondok Ramadan Bertema BRUS
SMAN 1 Nawangan Pacitan kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan Pondok Ramadan.

TIMESINDONESIA, PACITAN – SMAN 1 Nawangan Pacitan kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan Pondok Ramadan. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), sebuah program yang bertujuan untuk memberikan pembinaan moral dan spiritual bagi remaja.
Acara yang berlangsung di lingkungan sekolah ini menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nawangan sebagai mitra utama dalam memberikan materi dan bimbingan kepada siswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi sekolah untuk menanamkan nilai-nilai agama serta membentuk generasi muda yang berintegritas.
Pondok Ramadan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Nawangan Pacitan, Nanang Adang Kusdinar, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari strategi pendidikan karakter yang berkelanjutan.
"Pada era yang penuh tantangan ini, kami merasa terpanggil untuk membekali siswa-siswi kami dengan kompas moral yang kuat. Pondok Ramadan ini adalah salah satu wujud nyata dari komitmen kami untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia," ujarnya, Kamis, (20/3/2025).
Nanang Adang Kusdinar juga menjelaskan bahwa tema BRUS dipilih karena relevan dengan perkembangan remaja saat ini. Menurutnya, usia sekolah adalah fase krusial dalam pembentukan karakter, sehingga bimbingan yang tepat sangat diperlukan agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab.
Sebagai pemateri utama, Kepala KUA Kecamatan Nawangan, Mhd. Tohir, menyampaikan ceramah yang mengupas pentingnya menjaga akhlak dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa remaja harus memiliki pemahaman agama yang baik sebagai bekal dalam menghadapi tantangan kehidupan.
"Menjaga akhlak dan moral adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas hidup kita di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, mari kita jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas spiritual kita," tuturnya.
Dalam sesi ceramah ini, para siswa juga mendapatkan panduan praktis tentang bagaimana menerapkan nilai-nilai agama dalam keseharian mereka, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Para peserta didik tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Mereka aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab, menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap materi yang disampaikan.
"Kegiatan ini sangat menginspirasi kami. Kami jadi lebih paham tentang bagaimana menjadi remaja yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab," ungkap salah seorang siswi.
Selain ceramah, kegiatan Pondok Ramadan ini juga mencakup berbagai aktivitas keagamaan lainnya, seperti tadarus Al-Qur’an, doa bersama, serta kajian tematik yang membahas berbagai aspek kehidupan remaja dalam perspektif Islam.
Sementara itu, Khoeron, S.S., M.Pd., guru agama SMAN 1 Nawangan Pacitan, menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk memberikan wawasan agama kepada siswa, tetapi juga membiasakan mereka untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami tidak hanya ingin mereka hafal materi agama, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.
Sebagai bagian dari program berkelanjutan, pihak sekolah memastikan bahwa pembinaan karakter berbasis agama ini akan terus ditingkatkan setiap tahunnya.
"Kami percaya bahwa pembinaan karakter adalah proses yang tidak boleh berhenti. Oleh karena itu, kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas kegiatan ini dari tahun ke tahun," pungkas Nanang Adang Kusdinar.
SMAN 1 Nawangan Pacitan berharap bahwa Pondok Ramadan bertema BRUS ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Pacitan dan sekitarnya. Dengan sinergi antara sekolah, KUA, dan masyarakat, diharapkan akan lahir generasi muda yang cerdas, terampil, berakhlak mulia, dan berjiwa Pancasila. (*)
Apa Reaksi Anda?






