Pesawat Kargo Militer Penuh Uang Jatuh di Bolivia, 20 Orang Tewas
Pesawat militer C-130 Hercules jatuh di Bolivia saat mengangkut uang Bank Sentral. 20 orang tewas, warga berebut uang di lokasi hingga polisi gunakan gas air mata.
JAKARTA Sebuah pesawat kargo militer jenis C-130 Hercules milik Angkatan Udara Bolivia jatuh saat mencoba mendarat di Bandara Internasional El Alto, dekat ibu kota La Paz, Jumat (27/2/2026) malam. Insiden tragis ini mengakibatkan setidaknya 20 orang tewas dan sekitar 28 lainnya luka-luka.
Pesawat yang mengangkut uang kertas baru dari Bank Sentral Bolivia tersebut tergelincir dari landasan pacu, melintasi jalan raya, hingga akhirnya berhenti di sebuah ladang. Kecelakaan ini juga merusak sekitar selusin kendaraan di jalur yang dilalui pesawat.
Perebutan Uang di Lokasi Kejadian
Sesaat setelah kecelakaan, uang kertas baru yang sedianya akan didistribusikan ke sejumlah kota berhamburan di sekitar lokasi dan terbawa angin ke jalan-jalan. Media lokal melaporkan kerumunan warga bergegas mengumpulkan uang tersebut, sehingga polisi anti-huru-hara terpaksa melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa.
Pihak berwenang kemudian terlihat membakar tumpukan uang kertas tersebut di lokasi kecelakaan. Kementerian Pertahanan Bolivia menegaskan bahwa uang yang diangkut tidak memiliki nomor seri resmi, sehingga tidak memiliki kekuatan hukum atau daya beli.
"Mengumpulkan, memiliki, atau menggunakan uang tersebut merupakan tindak pidana," tegas Kementerian Pertahanan dalam pernyataan resminya, Minggu (1/3/2026).
Kesaksian dan Korban Jiwa
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan, namun saksi mata menyebutkan cuaca ekstrem menjadi faktor utama. Cristina Choque (60), seorang pedagang yang mobilnya tertimpa puing pesawat, menggambarkan situasi mencekam saat hujan es lebat dan kilat menyambar ketika pesawat mendarat.
"Ban pesawat jatuh menimpa kami. Putri saya terluka di bagian kepala," ujar Choque. Ia dan keluarganya terpaksa bertahan di dalam kendaraan yang hancur karena khawatir dengan kerumunan massa yang memadati lokasi.
Terkait jumlah korban, Kepala Divisi Pembunuhan Kepolisian El Alto, Kolonel Rene Tambo, menyatakan korban jiwa mencapai sekitar 20 orang atau lebih. Sementara itu, Jenderal Sergio Lora dari Angkatan Udara Bolivia mengonfirmasi bahwa hingga Jumat malam, dua dari enam awak pesawat masih dalam pencarian.
Operasional Bandara Ditangguhkan
Otoritas Navigasi Udara dan Bandara Bolivia (NAABOL) menjelaskan bahwa pesawat C-130 tersebut lepas landas dari kota Santa Cruz. Akibat kecelakaan ini, operasional Bandara Internasional di La Paz sempat ditangguhkan untuk proses evakuasi dan pembersihan area.
Kementerian Pertahanan memastikan akan meluncurkan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat angkut militer tersebut. (*)
Apa Reaksi Anda?