Pemkot Mojokerto Salurkan Bansos untuk 243 Penyandang Disabilitas
Wali Kota Mojokerto Ning Ita menyalurkan bansos tunai Rp350 ribu kepada 243 penyandang disabilitas. Pemkot Mojokerto juga siapkan program pemberdayaan keterampilan.
MOJOKERTO Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada 243 penyandang disabilitas di Rumah Rakyat, Kota Mojokerto, Rabu (4/3/2026). Penyaluran ini merupakan bentuk komitmen Pemkot Mojokerto dalam memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Bantuan yang diberikan berupa uang tunai senilai Rp350.000 untuk masing-masing penerima manfaat. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa langkah ini diambil guna memastikan seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan perhatian yang setara dari negara.
“Pemerintah hadir untuk semua. Tidak boleh ada yang tertinggal, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Bantuan ini diharapkan bisa sedikit membantu dan memberikan semangat bagi mereka,” ujar sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut.
Lebih lanjut, Ning Ita menjelaskan bahwa program perlindungan sosial akan terus diperkuat agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Selain dukungan finansial, Pemkot Mojokerto juga fokus pada program pemberdayaan untuk mendorong kemandirian para penyandang disabilitas.
“Kelompok disabilitas juga kami berikan perhatian khusus melalui pelatihan keterampilan. Kami ingin memastikan mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitas dan membuka peluang usaha sesuai potensi masing-masing. Ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri,” terangnya.
Apresiasi datang dari salah satu penerima manfaat, Naimah, warga Kelurahan Kauman yang mendampingi putranya yang merupakan penyandang disabilitas rungu. Ia menilai proses penyaluran bantuan berjalan transparan dan teratur, mulai dari pendataan hingga pencairan.
“Saya dulu didata oleh pihak kelurahan dan diarahkan langsung ke Dinas Sosial. Alurnya jelas, jadi tidak mengalami kesulitan saat mengurus bantuan untuk anak saya,” ungkap Naimah.
Guna menghindari antrean panjang, panitia membagi proses penyaluran menjadi tiga sesi berdasarkan wilayah kecamatan masing-masing. Pengaturan ini terbukti efektif membuat proses distribusi berlangsung tertib dan nyaman bagi para difabel.
Sebagai informasi, selain bantuan bagi penyandang disabilitas, pada momentum Ramadan 1447 H ini, Pemkot Mojokerto juga menjadwalkan penyaluran bantuan bagi tukang becak, anak yatim non-panti, serta kelompok lansia. (*)
Apa Reaksi Anda?