Pemda Morotai-Kemenag Bersinergi Sukseskan MTQ ke IX Lahirkan Generasi Qur’ani di Daerah Perbatasan

MTQ Ke-9 Kab Pulau Morotai 2026 resmi dibuka 2/6/2026 malam di Islamic Center. Tema "Menjemput Restu Langit Dalam Mendamaikan Bumi". Fokus syiar Islam, bina generasi Qur'ani berakhlak dan persatuan.

Juni 3, 2026 - 08:01
Pemda Morotai-Kemenag Bersinergi Sukseskan MTQ ke IX Lahirkan Generasi Qur’ani di Daerah Perbatasan

MOROTAI - Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an MTQ Ke-IX Tingkat Kabupaten Pulau Morotai Tahun 2026 resmi digelar. Ajang syiar Islam akbar ini dibuka Pemkab Morotai dengan rangkaian acara sakral di Gedung Islamic Center, Ibu Kota Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Selasa (2/6/2026) malam.

Acara berlangsung mulai pukul 21.20 WIT hingga selesai. Meski digelar larut malam, semangat kafilah, dewan hakim, dan tamu undangan tetap menyala. Waktu pembukaan dipilih sebagai simbol “menjemput restu langit” di sepertiga malam terakhir.

Bertempat di Gedung Islamic Center Kabupaten Pulau Morotai, pusat kegiatan keislaman di Bumi Moro. Lokasi ini dipilih karena representatif sebagai simbol religiusitas Morotai dan mampu menampung seluruh kafilah dari tiap kecamatan.

Hadir dan menyampaikan sambutan: Kepala Kantor Kementerian Agama Pulau Morotai Abdurachman Assagaf, serta Sekda M. Umar Ali yang membacakan sambutan Bupati Rusli Sibua. Hadir pula dewan hakim, seluruh kafilah qari-qariah dan hafidz-hafidzah, serta pimpinan OPD dan tokoh masyarakat.

Tema MTQ tahun ini: “Menjemput Restu Langit Dalam Mendamaikan Bumi”. Tujuan utamanya bukan sekadar mencari juara. MTQ dijadikan momentum strategis untuk membumikan Al-Qur’an, membangun generasi Qur’ani yang berakhlak karimah, cerdas, moderat, dan cinta persatuan.

MTQ ke IXDewan Hakim dan Juri diambil sumpah, Selasa (2/6/2026). (Foto: Munces For TIMES Indonesia).

Pembukaan dikemas khidmat dengan sambutan, pembacaan ayat suci, dan doa. Setelah dibuka resmi, lomba akan mempertandingkan berbagai cabang: tilawah, hafalan, tafsir, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Penilaian dilakukan dewan hakim secara objektif, adil, profesional.

Kemenag Morotai Abdurachman Assagaf menegaskan MTQ bukan seremonial tahunan belaka. “Ini sarana dakwah dan syiar Islam. Nilai luhur Al-Qur’an harus terpatri di dada, jadi pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, bernegara,” ujarnya. 

Kepada seluruh kafilah, Abdurachman berpesan tampil sportif dan jujur. Jadikan MTQ wadah ukhuwah Islamiyah antar kecamatan. “Menang atau kalah itu biasa. Yang utama adalah terus memperbaiki bacaan, pemahaman, dan pengamalan isi Al-Qur’an,” tegasnya.

Kepercayaan besar dititipkan ke dewan hakim. Mereka diminta menjaga integritas agar lahir qari, qariah, hafidz, hafidzah terbaik. Mereka inilah yang nantinya jadi duta Morotai di MTQ Tingkat Provinsi Maluku Utara bahkan Tingkat Nasional.

Sekda M Umar Ali membacakan sambutan Bupati Rusli Sibua. “Menjemput restu langit artinya memohon keberkahan, petunjuk, ridha Allah di setiap langkah. Mendamaikan bumi adalah tanggung jawab kita menjaga kerukunan, kasih sayang, keadilan, dan kemanusiaan,” jelasnya.

Pemda Morotai berharap MTQ jadi ruang pembinaan dan regenerasi insan Qur’ani. Bupati berpesan agar tiap kecamatan serius membina putra-putri daerahnya. Jangan sampai obsesi juara menutup ruang belajar bagi generasi lokal untuk berproses dan tumbuh.

“Pesan ini bukan anti siapa-siapa. Kita junjung persaudaraan dan kompetisi sehat,” kata Sekda. Yang ingin dibangun adalah kemandirian pembinaan Qur’ani di Morotai. Jika anak daerah belum berhasil, jadikan itu cambuk evaluasi untuk persiapan yang lebih kuat ke depan.

Pemerintah Daerah dan Kemenag berkomitmen bersinergi membina mental spiritual umat. Dukungan program keagamaan akan terus digulirkan. Targetnya: mewujudkan Morotai yang unggul, adil, sejahtera, dengan fondasi iman, takwa, persatuan, dan kebersamaan.

Mengakhiri sambutan, Sekda mengajak seluruh hadirin berdoa agar seluruh rangkaian MTQ Ke-IX berjalan lancar, sukses, dan melahirkan generasi Qur’ani terbaik. Generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tapi juga kuat spiritual dan moral untuk jadi teladan di Bumi Pulau Morotai.(*). 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow