Okupansi di Bawah 50 Persen, Warga Tasikmalaya Masih Bisa Mudik dengan Kereta Api

Peluang mendapatkan tiket, baik untuk keberangkatan mudik maupun arus balik, masih terbuka lebar.

Februari 25, 2026 - 17:00
Okupansi di Bawah 50 Persen, Warga Tasikmalaya Masih Bisa Mudik dengan Kereta Api

TASIKMALAYA Suasana Stasiun Tasikmalaya menjelang siang hari mulai nampak ramai, sejumlah calon penumpang nampak mengantre di loket.

Di sebelah kiri loket dua satpam nampak berdiri tegap mengatur sejumlah penumpang yang berangsur memasuki area Stasiun Tasikmalaya.

Mudik, bagi jutaan masyarakat Indonesia, bukan sekadar perjalanan melainkan rindu yang ingin segera berjumpa dengan sanak saudara.

Mulyono, warga Yogyakarta saat ditemui TIMES Indonesia, mengungkapkan bahwa menjelang lebaran kereta api kembali menjadi tumpuan harapan banyak orang yang akan mudik.

"Saya habis ngantre beli tiket untuk mudik ke Jogja. Alhamdulilah sekarang dapat, jadi saya lega sekarang nanti bisa lebaran di kampung bersama keluarga," ungkapnya kepada TIMES Indonesia, Rabu (25/2/2025) 

Peluang Mudik dengan Kereta Masih Amat Terbuka

Dari rilis PT KAI Daop 2 Bandung data terbaru per Selasa, 24 Februari 2026, penjualan tiket Kereta Api (KA) Jarak Jauh dari wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Daop 2 Bandung telah mencapai 167.532 tiket. 

Angka itu mencerminkan antusiasme masyarakat yang mulai merancang perjalanan pulang namun juga menyimpan kabar baik lainnya.

Di balik angka penjualan tersebut, tersimpan ruang yang masih longgar.

Tingkat okupansi sementara tercatat baru 48,44 persen dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia, artinya, lebih dari separuh kursi kereta api masih menunggu penumpangnya.

Bagi mereka yang belum sempat memesan tiket entah karena menunggu kepastian cuti, jadwal keluarga, atau sekadar ingin perjalanan yang lebih fleksibel—kondisi ini menjadi angin segar.

Peluang mendapatkan tiket, baik untuk keberangkatan mudik maupun arus balik, masih terbuka lebar.

Setiap Cuil Kisah dari Kereta

Kereta api kembali menunjukkan wajahnya sebagai moda transportasi yang memberi rasa tenang.

Tidak tergesa-gesa, tidak sesak sejak awal, dan memberi waktu bagi calon penumpang untuk merencanakan perjalanan dengan matang.

Bagi sebagian orang, perjalanan dengan kereta api adalah cerita itu sendiri. Duduk di dekat jendela, menyaksikan sawah, perkampungan, dan kota-kota yang perlahan berganti.

Ada obrolan ringan dengan sesama penumpang, ada anak-anak yang tertidur di pangkuan orang tuanya, dan ada doa-doa kecil yang terucap diam-diam agar perjalanan selamat sampai tujuan.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan bahwa pergerakan penjualan tiket masih akan terus berlangsung dinamis seiring mendekatnya Lebaran.

“Saat ini ketersediaan tempat duduk masih cukup banyak. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pembelian tiket agar bisa memilih jadwal dan rute yang paling sesuai. Gunakan kanal resmi KAI supaya perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan nyaman,” ujarnya.

Menjembatani Rindu Kampung Halaman

Untuk memastikan semua cerita pulang kampung itu bisa terlayani, KAI Daop 2 Bandung menyiapkan 15.720 tempat duduk KA Jarak Jauh setiap hari. Ribuan kursi ini menjadi jembatan yang menghubungkan rindu dengan rumah.

Keberangkatan dilayani dari berbagai stasiun utama seperti Bandung, Cimahi, Kiaracondong, hingga Tasikmalaya.

Dari stasiun-stasiun inilah, perjalanan panjang menuju kampung halaman dimulai membawa koper, oleh-oleh, dan harapan untuk bertemu keluarga.

Kapasitas ini disiapkan tidak hanya untuk mudik, tetapi juga untuk arus balik dan perjalanan wisata setelah Lebaran, ketika sebagian orang memilih memperpanjang momen kebersamaan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tujuan favorit penumpang masih didominasi kota-kota besar di Pulau Jawa. Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya menjadi rute yang paling diminati.

Kota-kota ini bukan hanya pusat ekonomi, tetapi juga simpul pertemuan keluarga besar yang telah lama terpisah oleh jarak dan waktu.

Kereta api memainkan peran penting dalam tradisi mudik ini mengantarkan jutaan orang kembali ke akar mereka.

Di balik setiap perjalanan yang tenang, ada kerja panjang yang tidak selalu terlihat.

Menjelang Angkutan Lebaran, KAI Daop 2 Bandung melakukan pemantauan intensif terhadap kesiapan operasional, mulai dari sarana dan prasarana, kesiapan SDM, hingga koordinasi lintas sektor.

Keselamatan perjalanan, ketepatan waktu, dan kenyamanan pelanggan menjadi fokus utama. Semua dirancang agar perjalanan mudik tidak hanya sampai tujuan, tetapi juga meninggalkan kesan yang baik.

Beli Tiket di Kanal Resmi, Perjalanan Lebih Aman

PT KAI kembali mengingatkan masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, atau mitra resmi yang telah bekerja sama.

Selain praktis, cara ini juga melindungi penumpang dari risiko penipuan yang kerap muncul menjelang musim mudik.

Dengan okupansi yang masih di bawah 50 persen dan kapasitas harian yang memadai, kereta api tetap menjadi andalan mudik Lebaran 2026. 

Bagi siapa pun yang sedang merencanakan perjalanan pulang entah untuk bersua orang tua, berkumpul dengan saudara, atau sekadar melepas rindu sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai merencanakan.

Karena pada akhirnya, mudik bukan soal cepat atau jauh. Ia adalah tentang sampai dengan selamat, duduk bersama keluarga, dan merayakan Lebaran dengan hati yang tenang. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow