Makkah Semakin Ketat, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Selalu Bawa Kartu Nusuk, Paspor, dan Visa
Jemaah haji Indonesia diimbau selalu membawa kartu nusuk, visa, dan paspor menyusul pengetatan keamanan dan pengecekan dokumen acak untuk akses masuk Masjidil Haram, Makkah.
MADINAH - Jemaah haji Indonesia diingatkan untuk terus membawa dokumen resmi seperti kartu nusuk, visa, dan paspor selama beraktivitas di Tanah Suci khususnya saat nanti di Makkah.
Berdasarkan pantauan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah, keamanan di wilayah Makkah semakin diperketat oleh otoritas setempat.
Pengetatan tersebut tercermin melalui pengecekan dokumen resmi secara acak yang dilakukan petugas otoritas Arab Saudi saat hendak memasuki wilayah Masjidil Haram, Makkah.
“Kartu nusuk yang dimiliki oleh seluruh jamaah itu harus dibawa ke mana-mana,” ucap Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Ihsan Faisal di Makkah dikutip pada Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya dokumen penting termasuk kartu nusuk merupakan salah satu syarat utama untuk memasuki wilayah Masjidil Haram. “Itu akan menjadi syarat utama ya masuk atau menjadi akses, ya syarat akses utama,” ujar Ihsan Faisal.
Kartu nusuk jemaah haji Indonesia telah dibagikan lebih awal sejak di tanah air dan sebelum penerbangan menuju Arab Saudi oleh syarikah yang menangani jemaah Indonesia.
“Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen bahwa para jemaah Haji yang akan berangkat itu sudah mendapatkan kartu nusuk dan itu diberikan di embarkasi masing-masing bahkan sudah diaktivasi,” tandasnya.
Sebagai informasi, jemaah haji Indonesia gelombang pertama sudah tiba di Madinah sejak Rabu (22/4/2026) lalu dan akan menetap selama 8-9 hari di Madinah. Setelahnya jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan dari Madinah menuju ke Makkah sampai usai puncak Armuzna dan kembali ke tanah air melalui bandara Jeddah. (*)
Apa Reaksi Anda?