Komisi E DPRD Jatim dan Dinsos Jatim Salurkan Program KIP Putri Jawara ke 300 Ibu Pejuang Ekonomi
DPRD dan Dinsos Jatim menyalurkan program bantuan KIP Putri Jawara kepada 300 ibu-ibu pejuang ekonomi keluarga di Kota Surabaya.
SURABAYA - Anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (Dinsos Jatim) menyalurkan program bantuan KIP Putri Jawara kepada 300 ibu-ibu pejuang ekonomi keluarga di Kota Surabaya.
Masing-masing menerima senilai Rp3.000.000 yang disalurkan langsung melalui rekening pribadi penerima. Sementara acara penyerahan langsung secara simbolis dan sosialisasi berlangsung di Arif Rahman Hakim Convention Hall Surabaya, Kamis (21/5/2026).
Anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso mengatakan, bantuan kali ini menyasar ibu-ibu dari sejumlah kecamatan di Surabaya.
Mulai Kecamatan Kecamatan Asem Rowo, Kecamatan Bubutan, Kecamatan Bulak, Kecamatan Dukuh Pakis, Kecamatan Gayungan, Kecamatan Genteng, Kecamatan Gubeng, Kecamatan Jambangan, Kecamatan Karang Pilang, Kecamatan Krembangan, Kecamatan Lakarsantri, dan Kecamatan Mulyorejo.
Kemudian, Kecamatan Pabean Cantikan, Kecamatan Sambikerep, Sawahan, Semampir, Kecamatan Simokerto, Kecamatan Tambaksari, Kecamatan Tandes, Kecamatan Tegalsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kecamatan Wiyung, dan Kecamatan Wonokromo.
Cahyo berharap KIP Putri Jawara mampu meningkatkan derajat finansial dan kesejahteraan para penerima manfaat sebagai pelengkap bantalan sosial lain program utama pemerintah yang lainnya.
"Di sisi lain, sebagai langkah menyambut pertumbuhan ekonomi yang tidak sekadar angka, tetapi juga memiliki dampak nyata di perkampungan di Kota Surabaya," kata Cahyo.
Program Putri Jawara sendiri merupakan program intervensi yang menyasar perempuan dengan kategori memiliki embrio usaha ekonomi produktif.
Para perempuan penerima bantuan KIP Putri Jawara melakukan proses pendataan saat acara sosialisasi di Arif Rahman Hakim Convention Hall Surabaya, Kamis (21/5/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Termasuk di antaranya menyasar perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga, perempuan kepala keluarga sekaligus tulang punggung keluarga, perempuan pengampu disabilitas dan lansia, serta perempuan yang memiliki anak stunting.
Masing-masing dari ibu pelaku usaha mendapatkan bantuan senilai Rp3 juta untuk mengembangkan usaha melalui cash transfer bekerjasama dengan Bank Jatim tanpa biaya administrasi.
"Anggaran ini tidak kecil, saya bersama Dinsos Jatim selalu mewanti-wanti agar program ini memberikan manfaat dan ibu-ibu bisa mempertanggungjawabkan anggaran ini untuk meningkatkan inovasi dari usaha," kata Cahyo.
Di Surabaya sendiri, Cahyo bersama Dinsos Jatim telah menyerahkan bantuan KIP Putri Jawara selama dua tahap sejak program berjalan pada tahun 2025 kemarin. Total hingga saat ini sudah 540 penerima manfaat.
Ia menambahkan, bahwa para penerima bantuan akan mendapatkan pendampingan selama enam bulan ke depan sehingga diharapkan berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan mereka.
Cahyo optimis program peningkatan ekonomi khususnya bagi perempuan itu akan terus berjalan di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah.
"Ini perlu kita apresiasi dan kami sangat mendukung agar program ini terus berjalan, agar UMKM kita bisa naik kelas dan bisa memiliki daya saing yang berbeda daripada UMKM yang ada di luar Provinsi Jawa Timur," kata Cahyo.
Ia juga memuji berbagai terobosan dari Pemprov Jatim yang dikoordinir oleh Dinsos Jatim. Di mana, seluruh sektor usia mendapat perhatian dalam upaya peningkatan kesejahteraan.
"Akan kami dukung terus karena selain mengurangi ketimpangan ekonomi, juga meningkatkan emansipasi wanita. Ini adalah bentuk kepedulian beliau terhadap kaum perempuan agar bisa mandiri, bisa berdaya saing tinggi dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Pekerja Sosial Ahli Madya Dinsos Jatim, Wiwik Wuryani menuturkan, Program KIP Putri Jawara atau Kewirausahaan, Inklusif, Produktif Perempuan Tangguh Mandiri Jawa Timur Sejahtera, merupakan program pemberdayaan ekonomi bagi ibu-ibu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menopang kebutuhan keluarga.
Program strategis dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini bertujuan untuk meningkatkan keadilan ekonomi dan memajukan kesejahteraan bagi masyarakat dan telah menyasar 38 kabupaten/kota di Jatim.
"Semua kabupaten kota sudah dapat mengakses program KIP Putri Jawara, begitu pula ada program KPM Jawara bagi para bapak-bapak dari desil 1 sampai 5," kata Wiwik.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinsos Jatim mendorong agar perempuan pelaku usaha kecil semakin berdaya melalui bantuan KIP Putri Jawara.
"Program ini baru berjalan dua tahun sejak 2025 dan langsung mendapat perhatian utama dari Ibu Gubernur karena langsung dibutuhkan oleh masyarakat," ucapnya.
"Ketika dimulai, Pak Cahyo selaku legislator sudah berkontribusi dalam program ini. Sudah kali ketiga beliau berkontribusi lewat KIP Putri Jawara untuk Kota Surabaya," katanya seraya agar ibu-ibu amanah dan bertanggungjawab atas program ini.
Sepanjang 2025-2026, Dinsos Jatim secara bertahap telah menyasar 12.000 penerima manfaat KIP Putri Jawara.
"Tahun ini kita masih di triwulan pertama baru sekitar 2 ribu dulu," ucap Wiwik.
Ia menjelaskan, para penerima sudah melewati proses rangkaian seleksi mulai dari tingkat kelurahan. Seleksi ini terbilang ketat hingga nantinya proses pendampingan.
"Pemprov Jatim tidak hanya memberikan bantuan pemberdayaan saja, tetapi juga memberikan pendampingan sampai penerima manfaat dapat menunjukkan peningkatan signifikan pada kesejahteraan keluarga," katanya.
Lani, warga Kelurahan Genteng Kecamatan Genteng, yang merupakan salah satu penerima manfaat pada hari ini, mengaku sangat terbantu oleh Program KIP Putri Jawara. Sehari-hari ia membuka usaha berdagang nasi dan kue basah.
"Alhamdulillah senang, bisa sangat membantu bagi kami masyarakat untuk usaha jualan kue dan nasi, kebetulan saya single parent. Baru kali ini kami dapat bantuan modal usaha," kata Lani yang sudah membuka warung sejak suaminya meninggal pada 2021 lalu.
Lani mengaku, akan menggunakan sebagai tambahan modal usaha dan membeli magicom baru untuk memasak nasi. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut.
"Semoga nanti ke depannya ada bantuan-bantuan lagi untuk tambahan usaha agar lebih maju lagi," ujarnya. (*)
Apa Reaksi Anda?