Kolaborasi Internasional, Teknik Sipil UWG Malang dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Praktik
Langkah strategis menuju penguatan kualitas pendidikan teknik sipil berbasis global kembali ditunjukkan oleh Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widya Gama Malang (UWG)
MALANG - Langkah strategis menuju penguatan kualitas pendidikan teknik sipil berbasis global kembali ditunjukkan oleh Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widya Gama Malang (UWG) melalui agenda kunjungan akademik ke Universiti Tun Hussein Onn Malaysia selama tiga hari. Kegiatan ini diawali dengan sharing session akademik yang berlangsung pada Senin (27/4/2026) di Kampus UTHM Pagoh Campus.
Mengusung tema Best Practices in Civil Engineering Education, Research, and Community Engagement, forum ini menjadi ruang strategis pertukaran gagasan antara Department of Civil Engineering Program, Faculty of Engineering Technology UTHM dan Prodi S1 Teknik Sipil UWG.
Integrasi Pembelajaran, Riset, dan Pengabdian
Dalam sesi tersebut, Prof. Dr. Ir. Aji Suraji, ST.,MT.,IPU.,ASEAN Eng., menegaskan bahwa highway engineering merupakan salah satu mata kuliah inti yang memiliki keterkaitan erat dengan aspek geologi serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Ia memaparkan pendekatan pembelajaran modern melalui project-based learning dan case-based learning yang terbukti mampu meningkatkan kualitas pengerjaan skripsi mahasiswa.
“Ke depan, penguatan laboratorium dan pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan penting. Kolaborasi antar institusi seperti ini menjadi peluang strategis untuk peningkatan kualitas tersebut,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penelitian teknik sipil harus selaras dengan standar nasional seperti Bina Marga, serta standar internasional seperti AASHTO dan Austroads, guna menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat global.
Menjembatani Kesenjangan Teori dan Praktik
Sementara itu, Prof. Madya Sr. Ts. Dr. Mohammad Ashraf bin Abdul Rahman mengangkat isu klasik dalam pendidikan teknik sipil, yakni kesenjangan antara teori dan praktik lapangan.
Menurutnya, transformasi pembelajaran harus diarahkan pada pengalaman nyata melalui immersive learning, seperti kunjungan industri, program magang (PKL), hingga keterlibatan dosen praktisi.
“Pengabdian masyarakat juga harus bergeser, bukan sekadar kegiatan untuk masyarakat, tetapi menjadi kegiatan bersama masyarakat dengan dampak jangka panjang,” tegasnya.
Arah Baru Kolaborasi Global
Diskusi interaktif dalam forum ini menghasilkan sejumlah peluang kerja sama konkret, di antaranya:
- Program student mobility antar kedua institusi
- Skema co-supervision skripsi oleh dosen UWG dan UTHM
- Implementasi team teaching lintas negara
- Penguatan sistem praktikum berbasis standar internasional
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran teknik sipil yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri global.
Komitmen Mencetak Lulusan Berdaya Saing
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UWG dalam memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan mutu akademik. Sinergi antara UWG dan UTHM tidak hanya memperkaya pengalaman akademik, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya lulusan teknik sipil yang unggul, profesional, dan siap bersaing di kancah global.
Dengan kolaborasi lintas negara yang semakin kuat, dunia pendidikan teknik sipil Indonesia kini bergerak lebih progresif menuju standar internasional. (*)
Apa Reaksi Anda?