Ketegangan AS–Iran Memanas, Serangan Balasan IRGC Berlanjut
Konflik Amerika Serikat dan Iran kian memanas. IRGC diklaim masih melancarkan serangan balasan, sementara laporan korban di pihak AS dan Israel terus bertambah.
JAKARTA Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat seiring berlanjutnya aksi saling serang di kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kekuatan militer Iran telah dilemahkan menuai perhatian, di tengah laporan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) masih melancarkan serangan balasan ke sejumlah target.
IRGC mengklaim telah melanjutkan operasi militernya melalui gelombang serangan rudal terhadap sejumlah titik yang disebut sebagai target strategis, termasuk wilayah di Tel Aviv dan fasilitas yang berkaitan dengan militer Israel. Selain itu, beberapa pangkalan militer AS di kawasan Teluk juga dilaporkan menjadi sasaran.
Di sisi lain, militer AS melalui United States Central Command (CENTCOM) menyatakan adanya korban di pihak mereka. Pentagon melaporkan sejumlah personel tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka dalam rangkaian konflik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Serangan juga berdampak pada wilayah Israel. Otoritas setempat melaporkan adanya korban jiwa serta ribuan warga yang mengalami luka akibat serangan yang terus berlanjut. Fasilitas kesehatan di sejumlah kota dilaporkan menerima ribuan korban dalam beberapa pekan terakhir.
Situasi di kawasan semakin kompleks dengan meningkatnya ketegangan di jalur strategis global seperti Selat Hormuz. Iran disebut memberikan peringatan terhadap kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut, sementara dinamika dukungan internasional terhadap konflik ini masih terus berkembang.
Sejumlah negara sekutu AS dilaporkan mengambil sikap hati-hati terkait keterlibatan langsung dalam konflik, di tengah kekhawatiran eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda meredanya konflik. Masing-masing pihak masih menyampaikan klaim dan pernyataan yang berbeda terkait kondisi di lapangan, sehingga situasi memerlukan verifikasi lebih lanjut dari berbagai sumber independen. (*)
Apa Reaksi Anda?