Jembatani Kampus dan Dunia Kerja Bidang Pendidikan, UNJ Gelar Employer Meeting 2026
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja.
JAKARTA - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja.
Komitmen itu diwujudkan melalui penyelenggaraan 'Employer Meeting Universitas Negeri Jakarta 2026' bertema 'Grow, Connect, and Lead: Strengthening the Bond between Higher Education and Stakeholders' yang berlangsung di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A UNJ, pada Rabu (17/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program EQUITY UNJ yang berfokus pada peningkatan kualitas lulusan, penguatan kemitraan strategis, serta pengembangan karier mahasiswa dan alumni, khususnya untuk menjawab kebutuhan dunia kerja di sektor pendidikan.
Sebagai perguruan tinggi yang memiliki mandat utama dalam menghasilkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan profesional, UNJ memandang penting adanya dialog yang berkelanjutan dengan para pengguna lulusan.
Employer Meeting 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan perguruan tinggi, satuan pendidikan, pemerintah, dunia usaha dan industri yang bergerak di bidang pendidikan, organisasi profesi, alumni, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama merumuskan langkah penguatan kompetensi lulusan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Kegiatan dibuka oleh Rektor UNJ, Prof. Komarudin, yang menegaskan bahwa transformasi dunia pendidikan saat ini menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan lapangan kerja yang semakin dinamis.
“Perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kemitraan yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan agar proses pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan kemampuan adaptasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini maupun masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan dunia pendidikan saat ini tidak hanya menuntut penguasaan bidang ilmu, tetapi juga keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital, kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta kepemimpinan.
Oleh karena itu, masukan dari para pengguna lulusan menjadi sangat penting dalam proses pengembangan kurikulum dan pembelajaran di perguruan tinggi.
Pada kesempatan tersebut, R. Nurhidajat, Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, hadir sebagai keynote speaker dan memaparkan perkembangan pasar kerja nasional, termasuk tantangan dan peluang yang dihadapi lulusan perguruan tinggi di era transformasi digital.
Ia menekankan pentingnya penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, peningkatan keterampilan digital, serta sinergi antara lembaga pendidikan dan para pemangku kepentingan dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompetitif.
Sementara itu, Rahmat Darmawan, Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan UNJ untuk memperkuat keterhubungan dengan dunia kerja, antara lain melalui pengembangan program magang, praktik lapangan, sertifikasi kompetensi, kolaborasi riset terapan, serta perluasan kerja sama dengan sekolah, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra strategis lainnya.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Dirgantara Wicaksono, Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta, berlangsung interaktif melalui sesi diskusi yang menghadirkan berbagai perspektif dari para pengguna lulusan.
Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi dan penguatan bagi UNJ dalam meningkatkan kualitas lulusan agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja bidang pendidikan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Employer Meeting 2026 yang juga Kepala Pusat Layanan Psikologi dan Bimbingan Konseling (PLPBK) UNJ, Iriani Indri Hapsari, menambahkan bahwa Employer Meeting 2026 merupakan upaya nyata untuk memperkuat hubungan antara kampus dan para pengguna lulusan.
“Melalui Employer Meeting ini, kami ingin membangun dialog yang lebih erat dengan para stakeholder agar UNJ dapat terus meningkatkan kualitas layanan pengembangan karier, memahami kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, serta memastikan lulusan UNJ memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memasuki pasar kerja yang semakin dinamis dan kompetitif,” ujarnya.
Iriani juga menjelaskan bahwa PLPBK UNJ merupakan salah satu unit kerja di lingkungan UNJ yang memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan layanan psikologi, bimbingan dan konseling, serta pengembangan karier mahasiswa dan alumni.
Melalui fungsi pusat karier yang berada di bawah PLPBK, UNJ secara berkelanjutan memfasilitasi berbagai program seperti tracer study, career counseling, pelatihan kesiapan kerja, job fair, hingga penguatan jejaring kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan institusi pemerintah.
“PLPBK melalui pusat karier berkomitmen menjadi jembatan yang menghubungkan mahasiswa, alumni, dan dunia kerja. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai stakeholder perlu terus diperkuat agar lulusan UNJ tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan kerja yang sesuai dengan tuntutan masa depan,” tutupnya.
Melalui penyelenggaraan Employer Meeting 2026, UNJ berharap dapat memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan dunia kerja bidang pendidikan, menghasilkan rekomendasi strategis untuk pengembangan kurikulum yang lebih responsif, serta memperluas peluang kolaborasi yang mendukung terciptanya lulusan yang profesional, adaptif, dan siap berkontribusi dalam memajukan pendidikan Indonesia. (*)
Apa Reaksi Anda?