Jatim Media Summit 2026: Menparekraf Dorong Ekonomi Kreatif Ciptakan Lapangan Kerja

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut ekonomi kreatif mampu meningkatkan pendapatan masyarakat di atas UMR dan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Juli 30, 2026 - 12:43
Jatim Media Summit 2026: Menparekraf Dorong Ekonomi Kreatif Ciptakan Lapangan Kerja

SURABAYA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menilai Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Jatim Media Summit 2026 yang digelar di Whiz Luxe Spazio Surabaya, Kamis (30/7/2026).

Dalam forum bertema "Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Transformasi Beyond Media Jawa Timur" itu, Teuku Riefky mengatakan Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki ekosistem ekonomi kreatif yang berkembang.

"Ekonomi kreatif dibangun dari ekosistem pelaku ekonomi dan UMKM dari daerah, dan Jawa Timur memiliki produk yang sudah mencetak local hero yang terbukti mampu menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya. "Jawa Timur merupakan daerah yang cukup maju dan kreatif."

Menurutnya, potensi tersebut terlihat dari beragam subsektor ekonomi kreatif yang berkembang, mulai dari kuliner, kriya, hingga munculnya talenta-talenta kreatif yang terus bertambah setiap tahun.

Ia menegaskan, sektor ekonomi kreatif tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Ekonomi kreatif dapat menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran terbuka. Pendapatan pelaku ekonomi kreatif juga berpotensi meningkat, bahkan melampaui upah minimum, apabila mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah dan daya saing," jelasnya.

Teuku Riefky juga menyoroti perkembangan ekonomi kreatif di Jawa Timur yang dinilai mampu menarik minat investor, termasuk melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis yang diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

"Ekonomi kreatif kini diposisikan sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Ia menilai, penguatan sektor ekonomi kreatif memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, media, dunia usaha, akademisi, dan komunitas kreatif.

Sebelumnya, CEO Suara.com Suwarjono dan CEO Beritajatim.com Dwi Eko Lokononto juga menekankan pentingnya peran media dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Jawa Timur. Menurut keduanya, media memiliki fungsi strategis untuk memperluas eksposur, membangun jejaring, serta mendorong pertumbuhan pelaku industri kreatif.

Melalui sinergi antara pemerintah, media, pelaku usaha, dan masyarakat, potensi ekonomi kreatif Jawa Timur diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (*) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow