Jaga Stabilitas Harga, Perumda Banjarnegara Gelar Pasar Murah

Perumda Aneka Usaha Karya Praja Banjarnegara menggelar pasar murah untuk menjaga stabilitas harga pangan. Tersedia paket hemat bawang merah dan minyak goreng hasil serapan petani lokal.

Februari 24, 2026 - 21:00
Jaga Stabilitas Harga, Perumda Banjarnegara Gelar Pasar Murah

BANJARNEGARA Perumda Aneka Usaha Karya Praja mengambil langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Banjarnegara. Melalui gelaran pasar murah yang dilaksanakan di halaman kantor, Jl. Mayjend Soetoyo No. 18, Selasa (24/2/2026), perusahaan daerah ini menyediakan komoditas pokok dengan harga di bawah rata-rata pasar.

Direktur Perumda Aneka Usaha Karya Praja, Muhamad Al Akhyar, menjelaskan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat umum yang membutuhkan akses pangan terjangkau.

Fokus pada Komoditas Lokal

Pasar murah kali ini menitikberatkan pada penyediaan bawang merah dan minyak goreng. Menariknya, bawang merah yang dijajakan merupakan hasil serapan langsung dari petani di Desa Bedana, Kecamatan Kalibening.

"Bawang merah yang kita jual, diambil langsung dari hasil panen petani di Desa Bedana, Kecamatan Kalibening," jelas Akhyar saat meninjau lokasi kegiatan.

pasar-murah-a.jpg

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurutnya, skema ini menciptakan dampak ganda yang positif bagi ekosistem ekonomi daerah.

"Diharapkan dengan kegiatan ini, tidak hanya membantu konsumen mendapatkan harga murah, tetapi juga membantu menyerap hasil tani daerah sendiri," tambahnya.

Skema Paket Hemat Rp50 Ribu

Untuk memudahkan warga, pihak Perumda menyediakan pilihan pembelian satuan maupun paket bundling seharga Rp50.000. Paket hemat tersebut sudah mencakup 1 kilogram bawang merah dan 1 liter minyak goreng.

Jika dibeli secara eceran, harga yang ditawarkan tetap kompetitif. "Untuk bawang merah sendiri 1 kilogramnya di harga Rp35.000 dan minyak goreng Minyakita 1 liternya Rp17.500," ungkap Akhyar.

Pada aksi sosial kali ini, tersedia stok sebanyak 200 kg bawang merah dan 200 liter minyak goreng. Meski saat ini hanya direncanakan berlangsung selama satu hari, pihak direksi akan melakukan peninjauan lebih lanjut untuk agenda serupa di masa mendatang.

"Untuk sementara kegiatan ini berlangsung selama satu hari saja dan akan kami evaluasi. Nanti melihat situasi ke depan," pungkas Muhamad Al Akhyar. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow