Hujan di Hulu Picu Sampah Menumpuk di DAM Winongo, Pengairan Sawah di Bantul Terimbas

Fenomena sampah kiriman ini kerap terjadi ketika hujan deras turun di wilayah hulu, khususnya saat hujan pertama setelah musim kemarau.

Mei 19, 2026 - 19:01
Hujan di Hulu Picu Sampah Menumpuk di DAM Winongo, Pengairan Sawah di Bantul Terimbas

BANTUL - Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Winongo di wilayah Sleman menyebabkan material sampah terbawa arus dan menumpuk di DAM Winongo, Glondong, Tirtonirmolo, Kasihan, Kabupaten Bantul.

Akibatnya, aliran air menuju jaringan irigasi pertanian sempat terganggu.

Tumpukan material berupa bambu, ranting pohon, kayu hingga sampah plastik terlihat memenuhi sebagian area bendungan yang berada di barat Pasar Niten.

Volume sampah yang besar membuat petugas harus melakukan pembersihan selama dua hari terakhir.

Petugas Operasional Harian UPTD Winongo DPUPKP Bantul, Yuni Purwaka mengatakan fenomena sampah kiriman ini kerap terjadi ketika hujan deras turun di wilayah hulu, khususnya saat hujan pertama setelah musim kemarau.

“Biasanya setelah kemarau panjang lalu turun hujan, volume sampah yang terbawa arus cukup banyak,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Distribusi Air Irigasi Sempat Terhambat

Penumpukan sampah tidak hanya membuat kawasan sungai terlihat kumuh, tetapi juga berdampak pada kelancaran distribusi air untuk sektor pertanian.

Sungai Winongo menjadi salah satu sumber utama pasokan air bagi saluran irigasi di wilayah Bantul, termasuk Daerah Irigasi (DI) Merdiko.

Saat sampah menutup sebagian aliran sungai, pasokan air menuju saluran irigasi ikut tersendat sehingga petugas harus mempercepat proses pembersihan.

Pembersihan dilakukan dengan memilah sampah plastik dan material yang masih dapat dimanfaatkan. Sedangkan material bambu dan kayu yang sulit dievakuasi dialirkan mengikuti arus sungai.

Belasan Bendungan Rawan Dipenuhi Sampah

Selain DAM Winongo, terdapat sedikitnya 13 bendungan di sepanjang aliran Sungai Winongo yang berpotensi mengalami penumpukan sampah saat musim hujan.

Juru Air UPTD Winongo DPUPKP Bantul, Suyadi menyebut bendungan tersebut meliputi Siraman, Dongkelan, Merdiko, Timbulrejo, Kemiri, Gempolan hingga Karang.

Ia menegaskan pembersihan dilakukan bertahap mulai dari hulu hingga hilir untuk menjaga kelancaran distribusi air.

Adapun DI Merdiko yang bergantung pada aliran Sungai Winongo memiliki panjang sekitar 10 kilometer dan mengairi lebih dari 400 hektare lahan pertanian di Bantul.

Sementara itu, volume sampah di DAM Winongo kali ini diperkirakan mencapai panjang sekitar 30 meter dengan lebar lima meter dan tinggi hingga tiga meter. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow