FBS Unesa Libatkan 384 Akademisi dalam Program VTP, Bahas AI dan Publikasi Internasional

Program VTP ini menjadi bagian dari upaya FBS Unesa dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

April 24, 2026 - 16:30
FBS Unesa Libatkan 384 Akademisi dalam Program VTP, Bahas AI dan Publikasi Internasional

SURABAYA - Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) menggelar program Visiting Top Professor (VTP) yang melibatkan 384 akademisi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai 13 hingga 17 April 2026.

Kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas riset, publikasi internasional, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran.

Program yang berlangsung di Auditorium T14 FBS Unesa tersebut menghadirkan Vice President for Research and Development, Jessie Barrot sebagai narasumber utama.

Syafi'ul Anam, Dekan FBS Unesa, mengatakan program VTP merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan inovasi riset.

Menurutnya, kolaborasi dengan akademisi internasional menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas dosen dan mahasiswa, terutama dalam menghasilkan publikasi yang bereputasi global.

“Program ini kami rancang untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Kehadiran profesor dari luar negeri menjadi kesempatan bagi sivitas akademika untuk belajar langsung dari pengalaman global, khususnya dalam publikasi dan pengembangan riset,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia menambahkan bahwa integrasi teknologi, termasuk AI, menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan tinggi saat ini.

Menurutnya, pemanfaatan AI dalam pembelajaran dan riset harus diimbangi dengan pemahaman metodologi yang kuat agar menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

“AI bukan sekadar alat bantu, tetapi bagian dari ekosistem pembelajaran modern. Karena itu, penting bagi dosen dan mahasiswa untuk memahami bagaimana memanfaatkannya secara tepat dalam proses akademik,” tambahnya.

FBS Unesa

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program VTP juga menjadi bagian dari upaya membangun jejaring riset global yang berkelanjutan.

“Kami berharap dari kegiatan ini lahir kolaborasi riset lintas negara yang berkelanjutan, sehingga FBS Unesa dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional,” katanya.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan kerja sama akademik, dilanjutkan sesi kuliah utama bertema pemanfaatan generative AI dalam proses pembelajaran, penilaian, dan pengembangan materi ajar.

Selama lima hari, peserta mengikuti rangkaian masterclass yang dibagi berdasarkan jenjang akademik. Mahasiswa magister mendapatkan pelatihan penulisan artikel ilmiah, sementara dosen mendalami strategi publikasi jurnal bereputasi internasional. Adapun mahasiswa doktoral mengikuti sesi penguatan kebaruan penelitian dan konsultasi disertasi.

Sementara itu, Abdul Aziz Khoiri, Ketua pelaksana kegiatan, menyampaikan program ini dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas publikasi dosen dan mahasiswa serta memperluas kerja sama riset internasional.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan ruang konsultasi langsung bagi peserta untuk mengembangkan riset mereka.

“Kami ingin memastikan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung, termasuk pendampingan dalam menyusun dan mereview artikel ilmiah,” ujarnya.

Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa kebutuhan akan penguatan kapasitas publikasi dan riset internasional semakin meningkat di kalangan akademisi.

Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah yang efektif untuk mempertemukan berbagai gagasan serta mempercepat proses pengembangan penelitian.

“Sebanyak 384 akademisi terlibat aktif dalam diskusi dan konsultasi riset. Ini menunjukkan bahwa ruang seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa program VTP diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya kolaborasi riset lintas institusi dan negara.

“Ke depan, kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi berlanjut dalam bentuk kerja sama riset dan publikasi bersama yang berdampak luas,” tambahnya.

Program VTP ini menjadi bagian dari upaya FBS Unesa dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI, serta mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi di tingkat global.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow