Draco Malfoy Jadi Maskot Imlek di China
Poster-poster bernuansa merah khas Imlek menampilkan wajah Draco Malfoy tersenyum, dipadukan dengan ilustrasi kuda dan ornamen emas banyak ditampilkan di pusat-pusat perbelanjaan di China.
JAKARTA Perayaan tahun baru Imlek di China tahun ini diwarnai dengan momen yang tak biasa. Karakter Draco Malfoy yang menjadi salah satu antagonis di serial Harry Potter tampil menjadi ikon Imlek dengan membawa makna keberuntungan yang unik dan viral di media sosial.
Fenomena ini bermula dari transliterasi nama Draco Malfoy dalam bahasa Mandarin, yakni “mǎ ěr fú”. Kata “mǎ” berarti kuda, sementara “fú” identik dengan keberuntungan atau berkah. Dua simbol ini sangat lekat dengan perayaan Imlek, terlebih pada Tahun Kuda 2026. Kombinasi makna tersebut membuat nama Malfoy secara tak langsung dimaknai sebagai “keberuntungan kuda”.
Warganet China ramai-ramai mempopulerkan karakter yang diperankan Tom Felton itu. Poster-poster bernuansa merah khas Imlek menampilkan wajah Draco Malfoy tersenyum, dipadukan dengan ilustrasi kuda dan ornamen emas. Dekorasi dengan wajah Malfoy Muda tampil sebagai hiasan di lemari es, ruang-ruang kantor, hingga pusat-pusat perbelanjaan.
Antusiasme tersebut tampaknya sampai di telinga Tom Felton. Aktor berusia 38 tahun itu terlihat membagikan ulang postingan Instagram Story yang menampilkan wajah Draco Malfoy muda yang terpampang cerah di sebuah spanduk merah dengan tulisan “Titik kebangkitan magis yang menarik kekayaan melimpah” melalui akun Instagram pribadinya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya pop global dapat bertransformasi menjadi simbol tradisi yang relevan. Sejak buku Harry Potter versi Mandarin dirilis pada tahun 2000, serial karya JK Rowling tersebut telah mencatatkan penjualan ratusan juta eksemplar di China. Penggemarnya yang banyak dan eksis membuat karakter-karakter dalam serial fenomenal ini tetap hidup dalam berbagai momentum budaya, termasuk perayaan tradisional seperti Imlek.
Euforia ini beriringan dengan rencana besar industri hiburan Warner Bros, pemegang hak lisensi dan kekayaan intelektual waralaba Harry Potter, yang tahun lalu mengumumkan akan melakukan pembangunan tur studio Harry Potter di Shanghai. Proyek yang dilaporkan akan menghabiskan tanah seluas 53.000 meter persegi itu digadang-gadang akan menjadi tur studio terbesar di dunia mengalahkan studi yang sudah ada di London dan Tokyo. Warner Bros mengumumkan bahwa proyek ini akan rampung dan siap dibuka untuk umum di tahun 2027.
Perpaduan antara tradisi Imlek dan sentuhan dunia sihir Hogwarts pun menjadi gambaran bagaimana budaya global dan lokal dapat bertemu dalam satu perayaan yang kreatif dan penuh warna. Kehadiran tur studio Harry Potter di Shanghai juga diperkirakan akan semakin memperkuat daya tarik waralaba Harry Potter di kawasan Asia. (*)
Pewarta: Annisa Maghzar Vidyantoro
Apa Reaksi Anda?