Dorong UMKM Naik Kelas: Mahasiswa KSM-T UNISMA Fasilitasi Banner Usaha dan Pembayaran QRIS

Di tengah pesatnya arus digitalisasi, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah pedesaan sering kali menghadapi tantangan berupa ketertinggalan teknologi dan kurangnya identitas visual u

Februari 24, 2026 - 11:30
Dorong UMKM Naik Kelas: Mahasiswa KSM-T UNISMA Fasilitasi Banner Usaha dan Pembayaran QRIS

MALANG Di tengah pesatnya arus digitalisasi, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah pedesaan sering kali menghadapi tantangan berupa ketertinggalan teknologi dan kurangnya identitas visual usaha. Menanggapi fenomena tersebut, kelompok 14 Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Universitas Islam Malang (UNISMA) mengambil langkah nyata untuk memberdayakan ekonomi lokal di Desa Bocek, Karangploso Kabupaten Malang.

Bernaung di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ita Athia, S.Sos., MM., para mahasiswa menjalankan program kerja utama berupa sosialisasi dan pendampingan pembuatan banner usaha serta aktivasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Kegiatan intensif ini berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 11–14 Februari 2026.

Berbeda dengan sosialisasi pada umumnya yang mengumpulkan massa di satu titik, Kelompok 14 memilih pendekatan door to door. Strategi "jemput bola" ini dilakukan dengan mendatangi satu per satu rumah dan tempat usaha warga guna memastikan pendampingan yang diberikan tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha. "Kami melihat potensi UMKM di Desa Bocek sangat besar, namun banyak yang belum memiliki identitas usaha jelas dan belum familiar dengan pembayaran digital," ujar Zukhrufi Darussalam, Koordinator Kelompok 14. Menurutnya, visualisasi usaha dan digitalisasi transaksi adalah kunci utama untuk memperluas jangkauan pasar di era modern.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memberikan teori, tetapi terjun langsung membantu proses desain hingga pencetakan banner agar tampilan warung warga terlihat lebih profesional. Selain itu, mereka memfasilitasi pembuatan QRIS yang bekerja sama dengan bank setempat, memungkinkan pedagang menerima pembayaran non-tunai melalui aplikasi dompet digital seperti GoPay.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/ UMKM.jpg

Hingga akhir pekan pelaksanaan, tercatat sudah ada 4 pelaku UMKM yang berhasil didampingi secara penuh. Salah satunya adalah Ibu Ilmi Nizanatul Wardah, pemilik warung camilan, yang kini merasa lebih percaya diri dalam berdagang. "Dulu jualan cuma pakai kardus bekas yang ditulisi spidol. Sekarang Alhamdulillah punya banner profesional dan QRIS. Anak muda sekarang sukanya bayar pakai HP, jadi dagangan saya makin laku", ungkapnya dengan sumringah.

Langkah konkret mahasiswa ini mendapat apresiasi tinggi dari tokoh masyarakat setempat. Bapak Abdul Ghofur (53), selaku Ketua RT, menyatakan bahwa program ini memberikan dampak instan yang nyata bagi warga. Ia mengamati bahwa semangat warga untuk berjualan meningkat drastis setelah mendapatkan sentuhan inovasi dari para mahasiswa. "Kegiatan kaya gini yang dibutuhkan warga. nggak cuma teori, tapi langsung ada hasilnya. Saya lihat semangat warga untuk berjualan makin tinggi setelah didatangi adik-adik KSM - T ini luar biasa", pujinya.

Eksistensi banner usaha diharapkan membuat produk warga lebih mudah dikenali oleh calon pembeli. Di sisi lain, penggunaan QRIS dipandang sebagai solusi transaksi yang lebih cepat, higienis, dan tercatat secara rapi untuk pengelolaan keuangan yang lebih baik. Program unggulan ini bertujuan menciptakan ekosistem UMKM desa yang modern dan terintegrasi. Kelompok 14 berharap fasilitas yang telah diberikan dapat terus dikembangkan oleh warga secara mandiri, serta menjadi inspirasi kolaborasi antara generasi muda dan masyarakat dalam memajukan ekonomi kerakyatan di desa-desa lainnya. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

*)Pewarta: Nailil Alfiyatul Faaidah, Mahasiswa KSM-T Kelompok 14 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow