Dinkes Kota Malang Uji Sampel Takjil, Antisipasi Boraks hingga Pewarna Berbahaya

Dinas Kesehatan Kota Malang (Dinkes) bergerak melakukan pengawasan ketat terhadap jajanan pasar takjil selama bulan Ramadan. Sejumlah sampel makanan, seperti cilok dan pempek, diambil untuk diuji guna

Februari 26, 2026 - 14:00
Dinkes Kota Malang Uji Sampel Takjil, Antisipasi Boraks hingga Pewarna Berbahaya

MALANG Dinas Kesehatan Kota Malang (Dinkes) bergerak melakukan pengawasan ketat terhadap jajanan pasar takjil selama bulan Ramadan. Sejumlah sampel makanan, seperti cilok dan pempek, diambil untuk diuji guna memastikan tidak mengandung bahan berbahaya, termasuk boraks.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat saat berbuka puasa. Pemeriksaan menyasar belasan titik pasar takjil di berbagai wilayah Kota Malang.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif mengatakan, pengambilan sampel telah dimulai sejak Senin (23/3/2026) lalu. Salah satu lokasi yang disasar adalah pasar takjil di Kelurahan Tanjungrejo dengan total sekitar 70 stan pedagang.

“Di Tanjungrejo ini terdapat 70 stan. Kami mengambil beberapa jenis olahan makanan, baik kering maupun basah, untuk diuji,” ujar Husnul, Kamis (26/3/2026).

Pada hari ketiga pemeriksaan, sedikitnya tujuh jenis makanan diambil sebagai sampel, yakni pempek, gulali, peuyeum, sosis, aneka saus, bumbu masoni, dan cilok. Pengujian difokuskan pada kemungkinan adanya bahan tambahan pangan yang tidak sesuai ketentuan, seperti pewarna tekstil, pemanis buatan berlebih, serta bahan pengeras atau pengenyal seperti boraks.

Husnul menjelaskan, sampel yang telah dikumpulkan akan melalui proses inkubasi dan penanaman selama 2 x 24 jam sebelum hasil uji laboratorium keluar. Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada ketua paguyuban pedagang untuk diteruskan kepada seluruh anggota.

“Kalau ditemukan kandungan yang tidak sesuai standar, kami akan melakukan pembinaan dan memberikan rekomendasi perbaikan melalui paguyuban. Edukasi juga kami lakukan agar penggunaan bahan berbahaya tidak terulang,” ungkapnya.

Selain pengawasan kepada pedagang, Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih takjil. Konsumen diimbau memperhatikan warna, aroma, dan tekstur makanan sebelum membeli.

“Konsumen harus cermat dalam memilih jajanan berbuka. Sementara produsen kami dorong untuk menggunakan bahan yang aman dan sesuai aturan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, uji sampel sejumlah jajanan takjil ini sesuai perintah dan arahan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat melakukan sidak pekan lalu.

Wahyu menegaskan, uji sampel harus dilakukan untuk memastikan keamanan bagi para konsumen selama berbelanja di pasar takjil.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow