Dari Adukan Semen ke Air Mata Haru, Kisah Ibu Sri Cendani dalam TMMD 128 Gresik

Setiap ember semen yang diangkat di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, membawa lebih dari sekadar material bangunan.

Mei 12, 2026 - 19:55
Dari Adukan Semen ke Air Mata Haru, Kisah Ibu Sri Cendani dalam TMMD 128 Gresik

GRESIK - Setiap ember semen yang diangkat di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, membawa lebih dari sekadar material bangunan. Di dalamnya tersimpan harapan seorang ibu yang selama ini memimpikan rumah yang layak untuk keluarganya.

Harapan itu milik Ibu Sri Cendani, salah satu warga penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik, Selasa (12/5/2026).

Di lokasi pembangunan, anggota Satgas TMMD dan warga bekerja tanpa sekat. Di bawah komando Peltu Mar Slamet Hariyanto, mereka saling membantu menyelesaikan pengecoran tiang, pemasangan dinding, hingga pengangkutan material.

Terik matahari tak mengurangi semangat mereka. Tawa dan candaan ringan terdengar di sela pekerjaan, menegaskan bahwa rumah yang sedang dibangun ini lahir dari kepedulian bersama.

“Melalui TMMD ini kami ingin hadir di tengah masyarakat, membantu kesulitan warga dan mempererat kebersamaan. Semangat gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan utama,” kata Peltu Mar Slamet Hariyanto.

Di sudut lokasi, Ibu Sri Cendani memandangi rumahnya yang perlahan berdiri. Matanya berkaca-kaca menyaksikan impian yang selama ini terasa jauh kini mulai menjadi kenyataan.

“Kulo nggih remen sanget, matur nuwun bapak-bapak TNI lan sedoyo warga sampun bantu rumah kulo,” ucapnya.

Kisah Ibu Sri Cendani menjadi salah satu potret paling humanis dari TMMD 128 Gresik. Program ini tidak hanya menghadirkan bangunan yang kokoh, tetapi juga menghadirkan rasa aman, kebahagiaan, dan keyakinan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan terbesar masyarakat Indonesia. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow