Cetak Tenaga Profesional, Mahasiswa Akafarma Sunan Giri Ponorogo Diterjunkan Praktik di Apotek
Guna mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan siap kerja, puluhan mahasiswa Diploma III (D3) Farmasi Semester IV dari Akafarma Sunan Giri Ponorogo resmi melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
PONOROGO Guna mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan siap kerja, puluhan mahasiswa Diploma III (D3) Farmasi Semester IV dari Akafarma Sunan Giri Ponorogo resmi melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan yang menjadi agenda wajib akademik ini tersebar di berbagai apotek mitra di wilayah Kabupaten Ponorogo dan Kota/Kabupaten Madiun. Dimulai sejak 12 Januari hingga 14 Maret 2026, para mahasiswa ini ditantang untuk menerapkan ilmu yang selama ini hanya didapatkan di bangku perkuliahan ke dalam ekosistem kerja yang sesungguhnya.
Wakil Direktur Bidang Akademik Akafarma Sunan Giri, Yaya Sulthon Aziz, menegaskan bahwa PKL bukan sekadar formalitas akademik, melainkan fase krusial dalam pembentukan karakter dan skill calon Tenaga Vokasi Farmasi (TVF). Menurutnya, tujuan utama diterjunkannya mahasiswa ke lapangan adalah untuk membekali mereka dengan pengalaman praktis serta wawasan mendalam mengenai manajemen dan pelayanan kefarmasian.
"PKL ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik riil di apotek. Kami ingin mahasiswa memiliki kesiapan mental dan keterampilan teknis sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja," ujar Yaya Sulthon Aziz.
Selama kurang lebih dua bulan, para mahasiswa mendalami seluruh aspek operasional apotek sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO). Salah satu peserta PKL, Revalina, membagikan pengalamannya mengenai kompleksitas pekerjaan di apotek yang mencakup hulu hingga hilir.
"Melalui kegiatan ini, kami belajar memahami pengelolaan obat secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan, hingga proses pemusnahan obat yang sudah tidak layak," jelas Revalina.
Ia juga menambahkan bahwa interaksi langsung dengan masyarakat menjadi tantangan sekaligus pembelajaran paling berharga. Aspek-aspek tersebut meliputi Pelayanan Resep yaitu skrining, peracikan, hingga penyerahan obat kepada pasien.
Administrasi yaitu memahami tata kelola data dan laporan keuangan apotek. Etika Profesi yaitu melatih kedisiplinan dan komunikasi profesional, baik dengan pasien maupun tenaga kesehatan lainnya.
Menurut Nasruhan Arifianto Direktur Akafarma Sunan Giri Ponorogo, PKL ini bertujuan agar mahasiswa memahami batasan tanggung jawab mereka sebagai Tenaga Vokasi Farmasi. Kemampuan adaptasi di lingkungan kerja yang dinamis menjadi poin penting agar mereka mampu bekerja secara tim dan menjunjung tinggi kode etik profesi.
Dengan berakhirnya masa PKL pada Maret mendatang, diharapkan para mahasiswa Akafarma Sunan Giri Ponorogo tidak hanya membawa pulang nilai akademik, tetapi juga kepercayaan diri untuk menjadi bagian dari sistem kesehatan nasional yang profesional. (*)
Apa Reaksi Anda?