Cara Disdik Kota Batu Wujudkan Sekolah Aman dari Ancaman Gadget dan Bullying

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu menegaskan pentingnya membangun budaya aman di lingkungan sekolah sebagai fondasi utama pendidikan modern.

April 23, 2026 - 15:02
Cara Disdik Kota Batu Wujudkan Sekolah Aman dari Ancaman Gadget dan Bullying

BATU - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu menegaskan pentingnya membangun budaya aman di lingkungan sekolah sebagai fondasi utama pendidikan modern. 

Langkah itu diwujudkan melalui Pelatihan Penguatan Karakter bagi kepala sekolah dan guru terpilih yang digelar bersama Tim Inovasi, kemitraan Indonesia-Australia, serta Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen.

Kepala Disdik Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan program tersebut menjadi upaya preventif untuk melindungi siswa dari dampak negatif perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

"Arus informasi saat ini sangat luar biasa. Jika tanpa pendampingan dan pembatasan yang tepat, akses gadget yang bebas bisa memicu risiko cyber bullying, pelecehan, hingga gangguan mental pada siswa," ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, kehadiran teknologi memang membawa manfaat besar dalam pembelajaran. Namun di sisi lain, penggunaan gawai tanpa pengawasan juga berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi tumbuh kembang anak.

"Karena itu, pelatihan dirancang untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik dalam menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter siswa," urainya.

Dalam kegiatan itu, para peserta dibekali empat pilar utama budaya aman sekolah, yakni penanaman nilai moral, penciptaan lingkungan sekolah yang nyaman, penguatan literasi digital, serta membangun kesetaraan sosial antar-siswa.

"Kota Batu mendapat kehormatan menjadi salah satu dari dua daerah di Indonesia yang terpilih sebagai lokasi pilot project program kemitraan internasional tersebut," tegasnya.

Dari Jawa Timur, hanya Kota Batu yang dipercaya mengikuti program itu. Menurut Alfi, Kota Batu menjadi satu-satunya wakil Jawa Timur. 

"Kami sangat mengapresiasi kepercayaan ini. Ini langkah nyata untuk mewujudkan Kota Batu yang semakin SAE, yakni Sae, Aman, dan Efektif," katanya.

Saat ini, implementasi program masih difokuskan pada jenjang sekolah dasar di Kecamatan Bumiaji dan Junrejo. Namun, Disdik memastikan perluasan program ke Kecamatan Batu akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Selain itu, program serupa juga disiapkan untuk jenjang SMP dengan melibatkan orang tua atau wali murid sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan.

"Spirit ini harus menjangkau seluruh elemen pendidikan. Kami ingin memastikan proses belajar mengajar di Kota Batu benar-benar aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik," pungkasnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow