Bantu UMKM Naik Kelas, Pemerintah Kelurahan Kartoharjo Undang Akademisi UNIPMA Gelar Seminar Strategi Digital

Pemerintah Kelurahan Kartoharjo menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkembang dan naik kelas.

Desember 30, 2025 - 12:00
Bantu UMKM Naik Kelas, Pemerintah Kelurahan Kartoharjo Undang Akademisi UNIPMA Gelar Seminar Strategi Digital

MADIUN Pemerintah Kelurahan Kartoharjo menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkembang dan naik kelas. Melalui bidang UMKM, Kelurahan Kartoharjo menggelar seminar bertajuk “Keberlanjutan UMKM melalui Tertib Administrasi dan Pemasaran Digital” pada Selasa (24/8/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Kelurahan Kartoharjo, Jalan Sulawesi No. 16, Kota Madiun, ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi Program Studi Manajemen Universitas PGRI Madiun (UNIPMA). Mereka adalah Kaprodi Manajemen UNIPMA Dr. Apriyanti, S.E., M.M., CPSMM, Dr. Karuniawati Hasanah, S.E., M.M., serta Dwi Murniyati, S.E., M.M.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan kembali klasifikasi UMKM di Indonesia yang didasarkan pada nilai kekayaan bersih usaha, tidak termasuk tanah dan bangunan. Usaha Mikro memiliki kekayaan di bawah Rp50 juta, Usaha Kecil berkisar antara Rp50 juta hingga Rp500 juta, sedangkan usaha menengah berada di atas Rp500 juta.

“Memahami posisi usaha, apakah masih mikro, kecil, atau sudah menengah, itu penting. Dari situ pelaku usaha bisa menentukan langkah strategis yang paling tepat untuk pengembangan bisnisnya,” ujar Dr. Apriyanti di hadapan peserta seminar. Dwi-Murniyati.jpg

Lebih lanjut, para pemateri mengungkapkan bahwa UMKM memiliki karakteristik yang unik, mulai dari jenis produk yang kerap berubah hingga lokasi usaha yang berpindah-pindah. Namun demikian, masih banyak persoalan klasik yang dihadapi, seperti pencampuran keuangan pribadi dan usaha, minimnya pengetahuan dasar kewirausahaan, serta belum dimilikinya legalitas usaha.

“Masih banyak pelaku UMKM, terutama di wilayah desa, yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau izin P-IRT. Padahal, legalitas ini adalah pintu masuk untuk mendapatkan akses permodalan dari perbankan,” jelas Dr. Karuniawati Hasanah.

Oleh karena itu, seminar ini menekankan pentingnya tertib administrasi sebagai fondasi keberlanjutan usaha. Legalitas seperti NIB, izin P-IRT, hingga sertifikat halal dinilai bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan sekaligus peningkatan kepercayaan konsumen.

“Dengan administrasi yang rapi dan legalitas yang jelas, konsumen akan merasa lebih aman. Ini menjadi langkah awal agar UMKM bisa bertahan dan berkembang dalam jangka panjang,” tambah Dwi Murniyati. seminar.jpg

Selain aspek administrasi, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pemasaran digital. Pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan media sosial dan website sebagai etalase produk, menggunakan sistem pembayaran nontunai, bergabung dengan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, serta menjalin kerja sama dengan layanan transportasi daring seperti Gojek dan Grab.

Tak hanya itu, teknik pemasaran digital juga dibahas secara praktis, mulai dari pengambilan foto produk yang menarik hingga penulisan copywriting atau caption yang persuasif. Para peserta juga diperkenalkan dengan Analisis SWOT untuk membantu mereka mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman usaha secara lebih objektif.

“Kalau pelaku UMKM jujur melihat kondisi usahanya lewat analisis SWOT, strategi yang disusun akan lebih tepat sasaran dan target pasar bisa dipahami dengan lebih baik,” ujar Dwi Murniyati.

Sebagai penutup, seminar ini menyoroti pentingnya inovasi produk melalui rebranding, repacking, dan penyajian visual yang lebih profesional. Produk lokal khas seperti sambel pecel atau madu mongso, yang selama ini identik dengan kesan sederhana, dinilai memiliki potensi besar untuk naik kelas.

“Dengan kemasan yang lebih menarik dan foto produk yang estetik, produk lokal bisa tampil premium dan bersaing di tingkat nasional,” papar narasumber.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Kartoharjo berharap para pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh, berkembang, dan menjadi penggerak ekonomi lokal yang berdaya saing tinggi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow